News

Kapolri: Steward di 5 Pintu Stadion Tak Ada saat Tragedi Kanjuruhan

Kapolri: Steward di 5 Pintu Stadion Tak Ada saat Tragedi Kanjuruhan
Petugas polisi berusaha menghentikan para suporter yang memasuki lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10) malam (H Prabowo/EPA, via Shutterstock)

AKURAT.CO, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut sejumlah kendala suporter untuk keluar dari Stadion Kanjuruhan saat gas air mata ditembakkan. Salah satunya, adanya besi melintang sebelum pintu keluar stadion.

"Penonton yang kemudian berusaha untuk keluar, khususnya di pintu 3, 11, 12, 13, 14, sedikit mengalami kendala karena ada aturan di tribun ataupun di stadion ini," kata Listyo, saat jumpa pers di Malang, Jatim, Kamis (6/10/2022) malam.

Akibatnya, ia menerangkan, membuat para penonton sulit keluar ataupun menjadi terhambat. Apalagi, jumlah penonton tergolong banyak, sehingga terjadi desak-desakan yang menyebabkan sumbatan di pintu-pintu tersebut.

baca juga:

"Sehingga kemudian terjadi desak-desakan yang menyebabkan kemudian terjadi sumbatan di pintu-pintu tersebut hampir 20 menit," jelasnya.

Sigit menerangkan, 14 pintu stadion itu seharusnya sudah dibuka lima menit sebelum pertandingan berakhir. Namun, saat itu didapatkan bahwa steward yang bertugas di pintu 3, 11, 12, 13, 14, tidak berada di tempat.

Padahal, kata Sigit, berdasarkan aturan yang berlaku, steward seharusnya harus tetap berada di pintu selama ada penonton ada di dalam stadion.

“Saat itu, pintu dibuka namun tidak sepenuhnya hanya berukuran kurang lebih 1,5 meter dan para penjaga pintu atau steward tidak berada di tempat,” kata Listyo.

Dari situlah, kata dia, banyak korban berjatuhan akibat sesak napas setelah menghirup gas air mata dan berdesak-desakan dengan penonton lainnya. []