News

Kapolda Metro Jaya Minta Maaf ke Keluarga Korban dan TNI Atas Kelakuan Bripka CS

Kapolda Metro Jaya Minta Maaf ke Keluarga Korban dan TNI Atas Kelakuan Bripka CS
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait kasus penyerangan anggota kepolisian di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan institusi TNI Angkatan Darat atas ulah anak buahnya yang melakukan aksi koboi dengan menembak anggota TNI dan dua orang lainnya di sebuah kafe di Jakarta.

Diketahui, dalam kasus ini, ada empat korban tiga diantaranya meninggal dunia, yaitu anggota aktif TNI AD bernama Sinurat, serta dua karyawan kafe, Feri Saut dan Manik, sedangkan satu pegawai kafe lainnya hanya mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan. 

"Sebagai Kapolda Metro Jaya, atasan tersangka saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD. Belasungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini," kata Fadil saat konferensi pers bersama Kodam Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/2/2021). 

baca juga:

Kemudian bagi para korban, Fadil telah memerintahkan tim Polda Metro Jaya untuk mengambil langkah-langkah guna membantu dan meringankan beban keluarga korban dalam proses pemakaman.

Ia memastikan jajarannya dapat membantu proses pemakaman korban secara maksimal.

"Saya minta ini dilakukan secara maksimal agar proses pemakaman para korban bisa berjalan lancar dan baik," ujarnya. 

Sementara terhadap pelaku penembakan, Fadil menegaskan pihaknya telah menetapkan tersangka, dan juga Bripka CS sebagai anggota polisi berbadan gempal itu juga diseret ke peradilan pidana. 

Bahkan, Fadil menjamin bahwa anggota Polsek Kalideres tersebut terancam dipecat sebagai anggota polisi.   

"Kami akan menindak pelaku dengan tegas, akan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan. Tersangka juga akan diproses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," tutur Fadil.   

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu