Lifestyle

Kapan Sebaiknya Konsumsi Suplemen Vitamin D?

Akhir-akhir ini suplemen vitamin D banyak diburu masyarakat. Lalu, kapan sebaiknya konsumsi suplemen vitamin D?


Kapan Sebaiknya Konsumsi Suplemen Vitamin D?
Ilustrasi suplemen vitamin D (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO Akhir-akhir ini suplemen vitamin D banyak diburu masyarakat, karena diyakini bermanfaat dalam meningkatkan imun tubuh sekaligus mencegah infeksi organ dalam tubuh setelah dinyatakan positif covid-19. 

Dilansir dari Mayo Clinic, sumber vitamin D, tidak secara alami dapat ditemukan di banyak jenis makanan seperti vitamin A dan C. Akan tetapi, vitamin D bisa ditemukan pada susu, sereal, ikan dengan lemak baik seperti salmon, makarel dan sarden.

Kendati sumber vitamin D bisa dihasilkan sendiri oleh tubuh melalui konsumsi makanan sehat, namun tak dipungkiri, apabila suplemen tambahan vitamin D juga dibutuhkan dalam tubuh. 

Lalu, kapan sebaiknya konsumsi suplemen vitamin D? Saat kondisi perut masih kosong atau sesudah makan? 

"Harus sesudah makan," ujar Dokter Spesialis Gizi dari Klinik RS Medistra, Cindiawaty J. Pudjiadi melalui webinar "Vitamin D3 Series: New Normal - Masih Perlu Minum Vitamin?", beberapa waktu lalu. 

Dia menambahkan, vitamin D membutuhkan lemak untuk penyerapannya sehingga mengonsumsi suplemen vitamin ini sebelum makan adalah cara yang salah. 

"Jadi kalau kadar vitamin D masih rendah, padahal dosisnya sudah benar. Ternyata dikonsumsi saat perut kosong," sambungnya.

Cindiawaty mengatakan bahwa orang dengan variasi gen membutuhkan tambahan suplemen vitamin D. Lalu, orang normal sebenarnya sudah bisa mencukupi kebutuhan vitamin D dari berjemur di bawah sinar matahari dan makanan mengandung banyak vitamin D. 

"Orang dengan variasi gen mengalami variasi gen di (enzim) CYP2B1 sehingga 25[OH]D atau 25-hidroksivitamin D tidak cukup , biarpun terkena matahari 25[OH]D tidak cukup," katanya.