Lifestyle

Kapan Idealnya Tali Pusar Bayi Lepas?

Tali pusar bayi akan mengering dan lepas dengan sendirinya, umumnya 10 hingga 14 hari. Selama tali pusar tidak lepas, wajib dirawat agar tidak infeksi.


Kapan Idealnya Tali Pusar Bayi Lepas?
Ilustrasi - Tali pusar bayi (FREEPIK)

AKURAT.CO  Tali pusar atau yang juga sering disebut tali pusat adalah struktur seperti tabung yang menghubungkan bayi dengan ibunya melalui plasenta. Memiliki panjang 50 sentimeter, tali pusar berfungsi membawa nutrisi dan oksigen dari plasenta ke tubuh bayi ketika masih di kandungan.

Pada saat bayi lahir, dokter akan memotong plasenta tersebut dan menyisakan dua hingga tiga sentimeter. Setelah membawa pulang bayi, Moms pun akan ditugaskan untuk merawat tunggul tali pusar tersebut, hingga pada akhirnya lepas. Moms tidak perlu repot memotongnya sebab tali pusar akan lepas dengan sendirinya. Dilansir dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesi (IDAI), tali pusar bayi biasanya akan lepas atau puput setelah enam hingga 14 hari kehidupan pertama bayi. Dalam beberapa kasus, tali pusar bayi mungkin akan terlepas lebih dari 14 hari. Intinya, waktu tali pusar lepas bervariasi, Moms!

Namun, jika tali pusar belum juga lepas dalam jangka waktu yang lama, cepat hubungi dokter karena dikhawatirkan terjadi masalah pada kesehatan Si Kecil.

"Dokter anak kadang-kadang akan memberi setetes perak nitrat pada usia sekitar 4 minggu jika tidak tali pusat belum juga lepas. Ini untuk mempercepat pengeringan," kata  Alan Greene seperti dilansir Parents.

Selama tali sisa tali pusar belum lepas, Moms diwajibkan untuk merawat tali pusar tersebut agar tidak terjadi infeksi. Selain itu, perawatan tali pusar memiliki pengaruh yang cukup tinggi terhadap lamanya tali pusar Si Kecil menjadi puput, menurut Journal of Nursing Update. 

Berikut AKURAT.CO uraikan cara merawat tali pusar agar tidak terjadi infeksi, dilansir dari berbegai sumber, Selasa (19/10/2021): 

  • Bersihkan area tali pusar dengan air bersih. Tidak perlu menggunakan alkohol, minyak, bedak, sabun atau produk apapun untuk menghindari iritasi. 
  • Pastikan tali pusar selalu kering karena kondisi lembab memicu pertumbuhan kuman yang menyebabkan infeksi.
  • Hindari memandikan bayi yang belum puput tali pusarnya di bak.  Sebaiknya membersihkan badan Si Kecil dengan mengusapkan waslap ke kepala dan badannya dengan lembut.
  • Setelah memandikan Si Kecil, tetap keringkan tali pusarnya menggunakan  waslap yang lembut atau kain kassa steril. Hindari menggunakan tisu karena bisa meninggalkan sisa-sisa tisu pada tali pusar.
  • Tidak perlu membungkus tali pusat bayi dengan kain kassa.
  • Saat memakaikan popok bayi, pastikan tali pusat tidak tertutup popok. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya infeksi tali pusat akibat terkena atau tercemar air seni dan tinja. 
  • Jangan menarik tali pusar secara paksa sebab dapat menyebabkan pendarahan dan infeksi. 
Kapan Idealnya Tali Pusar Bayi Lepas - Foto 1
Tali pusar bayi.jpg Ikatan Dokter Anak Indonesia

Sementara tanda umum terjadinya infeksi  adalah muncul bau dari tali pusar, terdapat nanah, kemerahan pada kulit  di sekeliling  tali pusar, dan biasanya diikuti dengan demam. Jika Si Kecil menunjukkan gejala-gejala tersebut, jangan panik. Menurut IDAi, langkah pertama yang bisa dilakukan di rumah adalah membersihkan ujung tali pusat menggunakan alkohol swab 70 persen, tetap memberikan ASI selama bayi sadar, dan segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.