Lifestyle

Kapan Anak Bisa Ikut Tes IQ?

Tes IQ atau intellectual quotient tes digunakan untuk membantu mengukur potensi seorang anak. Lalu, kapan anak bisa ikut tes IQ


Kapan Anak Bisa Ikut Tes IQ?
Ilustrasi anak belajar. (Usnews.com)

AKURAT.CO, Tes IQ atau intellectual quotient tes digunakan untuk membantu mendiagnosis disabilitas intelektual atau mengukur potensi seorang anak. Agar hasilnya maksimal, usia anak saat melakukan tes ini sangat diperhatikan.

Tes IQ dilakukan oleh psikolog atau tenaga profesional dengan menggunakan teknik tertentu untuk menentukan hasilnya lewat berbagai macam tes. Beberapa macam tes IQ yang diberikan pada anak, diantaranya:

  • Verbal comprehension: kemampuan anak menggunakan kosakata untuk memahami, mengekspresikan, dan menjelaskan konsep tertentu.
  • Visual spatial: kemampuan anak untuk melihat detail visualFluid reasoning: kemampuan menggunakan informasi visual dan mengaplikasikannya.
  • Working memory: kemampuan belajar dan menguasai informasi untuk menyelesaikan tugas.
  • Processing speed: kemampuan anak untuk memproses dan membuat keputusan dengan cepat.

Dilansir dari Healthline, menurut National Institute of Child Health and Human Development, waktu terbaik untuk tes IQ pada anak-anak diyakini yakni antara usia 5 dan 8 tahun. Minimal usia 5 tahun, karena anak dianggap sudah mampu secara intelektual untuk menjawab soal tes.

Pemeriksaan intelektual pada anak usia 5 tahun ke atas juga ideal untuk membantu Bunda mencari sekolah dasar dan kurikulum seolah dasar mana yang sesuai kebutuhan anak.

Menurut National Institute of Child Health and Human Development bahwa 85 persen anak-anak dengan gangguan intelektual memiliki hasil tes IQ di antara 55 samapi 70. Skor 100 dianggap sebagai intelektualnya berada di rata-rata. 

Ya, hasil tes IQ di atas 100 biasanya kecerdasaan anak dikaitkan dengan kecerdasan yang tinggi. Hasil 130 atau lebih dianggap sebagai jenius.

Namun, menurut National Institute of Child Health and Human Development, hasil tes IQ ini bersifat stereotip. Sebenarnya, hasil tes IQ anak tinggi berarti anak memiliki banyak potensi bukan karena terlalu pintar.

Bagaimana jika hasil tes IQ termasuk sangat rendah? Seseorang yang mendapat skor tes IQ di bawah 100 dianggap memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. 

Skor yang sangat rendah, yakni di bawah 70, biasanya akan menjadi perhatian. Anak mungkin menunjukkan ketidakmampuan belajar yang mendasarinya.

Jika anak memiliki skor yang sangat rendah, dokter mungkin akan memberi pemeriksaan lanjutan seperti:

  • Tes darah.
  • USG otak.
  • Pemeriksaan kesehatan mental lengkap.
  • Pemeriksaan prenatal yang dapat membantu mendeteksi adanya gangguan intelektual sebelum bayi lahir. 

Jika masalah potensial terdeteksi secara dini, dokter dapat menindaklanjutinya dengan hasil tes IQ pada anak dengan skor rendah serta hasil pemeriksaan lanjutan.[]