Ekonomi

Kapal yang Blokir Terusan Suez Kena Denda Rp14,5 triliun


Kapal yang Blokir Terusan Suez Kena Denda Rp14,5 triliun
Pemerintah India dan kelompok pelaut prihatin tentang bagaimana Otoritas Terusan Suez akan memperlakukan 25 awak kapal tersebut (SUEZ CANAL AUTHORITY/HO HANDOUT)

AKURAT.CO Otoritas milik negara yang mengoperasikan Terusan Suez memberikan diskon untuk kapal-kapal yang terdampak macetnya terusan Suez, karena kapal kontainer milik ever given memblokirnya selama hampir seminggu.

Menurut keterangan Otoritas Terusan Suez (SCA). Ketua Osama Rabie, diskon diperkirakan akan bervariasi dari 5% hingga 15%, tergantung pada lamanya kapal terjebak.

Osama menyoroti bahwa SCA mengharapkan ganti rugi lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp14,5 triliun dari Shoei Kisen Kaisha, pemilik kontainer Ever Given Japan dan Evergreen Marine Taiwan.

Menurut Osama, angka tersebut sesuai dengan perkiraan kasar kerugian finansial terkait dengan biaya transit. Selain itu biaya kerusakan yang ditimbulkan selama upaya pengerukan dan penyelamatan, biaya peralatan, dan tenaga kerja.

"Hampir 800 orang yang bekerja selama enam hari berturut-turut dilaporkan terlibat dalam operasi penyelamatan," ucapnya dilansir dari Russia today, Sabtu (3/4/2021).

Osama mengungkapkan bahwa nilai kargo di atas kapal diperkirakan mencapai US$3,5 miliar, belum termasuk kapal itu sendiri, yang akan tetap berlabuh sampai penyelidikan atas kecelakaan tersebut selesai. SCA berencana untuk menyelidiki perekam data Ever Given untuk mengetahui dengan tepat apa yang terjadi.

“Perusahaan pemilik kapal itu bakal bekerja sama. Tidak ada masalah. Kami berharap kesepakatan bersama. Jika mereka tidak setuju, maka kami harus mengambil tindakan hukum, dan menangkap kapal tersebut, ”kata Rabia.

Seperti diketahui Terusan Suez salah satu jalur perdagangan utama dunia, terhitung sekitar 15% dari semua lalu lintas pengiriman berasal dari terusan tersebut. Karena terjadi blokir selama enam hari, setelah Ever Given terjepit di sepanjang rute, diperkiaran terjadi kerugian pada rantai pasokan, dan dilaporkan dapat merugikan perdagangan global hingga US$10 miliar seminggu. []

Denny Iswanto

https://akurat.co