News

Kapal WNA Terdampar di Pulau Bengkalis Riau


Kapal WNA Terdampar di Pulau Bengkalis Riau
Kapal Coast Guard China-5302 memotong haluan KRI Usman Harun-359 pada jarak 60 yards (sekitar 55 meter) saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

AKURAT.CO, Sebuah kapal yang di dalamnya terdapat sebanyak lima warga negara asing (WNA) terdampar di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Kamis (20/2).

"Beberapa hari lalu kita mendapat kontak melalui jaringan radio, ada kapal yang hanyut dan terdampar di Pulau Bengkalis, tepatnya di areal PT. MAS. Kapal tersebut semacam kapal pesiar dan ditumpangi lima WNA," ujar Ari, salah seorang petugas dari tim SAR Bengkalis ketika dihubungi, dari Bengkalis, Sabtu (22/2/2020) sore.

Saat ini tim gabungan sedang menuju ke lokasi kapal pesiar dan warga asing yang terdampar. Tim gabungan menggunakan jalur darat dan air melalui kanal-kanal milik PT. MAS.

"Tim gabungan dari SAR, kepolisian, imigrasi, petugas medis dan Karantina Bengkalis sedang menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap lima WNA tersebut. Saat ini belum diketahui secara pasti asal dari negara mana kapal tersebut dan para penumpangnya," ungkapnya.

Diungkapkan Ari, lima WNA tersebut terdiri tiga laki-laki dan dua perempuan. Sedangkan penyebab kapal tersebut terdampar belum diketahui secara pasti karena tim masih menuju ke lokasi.

"Dua orang laki laki diperkirakan masih muda, sedangkan satu orang lagi sudah lanjut usia. Sedangkan dua perempuan diperkirakan masih muda, dan penyebab kapal tersebut terdampar belum diketahui secara pasti," kata Ari.

Ari juga mengatakan selama terdampar WNA telah mendapat bantuan dari pihak PT. MAS berupa pemberian makanan dan minuman. Para orang asing tersebut belum dievakuasi karena menunggu pihak terkait. Selain itu, petugas juga mewaspadai virus corona yang bisa saja dibawa oleh orang asing tersebut.

"Kami bersama tim lainnya sedang di lapangan, untuk informasi selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan oleh tim yang turun," kata Ari.[]

Sumber: ANTARA