Ekonomi

Kapal Pesiar Punya Oligarki Rusia Ini Dijual Seharga USD29 Juta, Minat?

Kapal Pesiar Punya Oligarki Rusia Ini Dijual Seharga USD29 Juta, Minat?
Illustrasi Kapal Pesiar Mewah (REUTERS)

AKURAT.CO Pialang kapal pesiar mewah asal Amerika Selatan (AS) dikabarkan kembali mengiklankan penjualan sebuah kapal pesiar milik miliarder Rusia, Igor Kesaev seharga USD29 juta.

Rencana penjualan kapal pesiar MySky itu muncul di tengah kekhawatiran pemerintah Barat bahwa miliarder seperti Kesaev berhasil mengatasi sanksi internasional yang menargetkan aset mewah mereka seperti kapal pesiar.

Rencana penjualan aset itu sendiri muncul dalam iklan yang dikirim melalui email dari perusahaan pialang kepada penerima yang dirahasiakan pada 14 September 2022.

baca juga:

Seperti yang diketahui, Uni Eropa dan Inggris mengganjar sanksi kepada Kesaev pada April lalu pasca invasi Rusia ke Ukraina. Uni Eropa mengatakan sanksi diberikan karena keterlibatannya dalam produksi senjata militer dan distribusi tembakau di Rusia, serta hubungannya dengan pemerintah Rusia.

Sedangkan AS belum memberikan sanksi kepada Kesaev, dan Departemen Keuangan AS tidak menanggapi permintaan komentar.

Sara Gioanola selaku juru bicara Heesen Yachts, perusahaan yang berbasis di Belanda yang merakit MySky, mengonfirmasi bahwa Kesaev menjual kapal mewah itu dan kapal pesiar lain, yang disebut Sky.

Iklan yang dilihat Reuters dikirim dari alamat email di Fort Lauderdale, perusahaan Florida Merle Wood & Associates, yang menyebut dirinya sebagai salah satu perusahaan pialang kapal pesiar utama di seluruh dunia.

Iklan itu diedarkan secara pribadi dengan peringatan untuk tidak mengunggah iklan tersebut untuk kalangan publik.

Sebagai informasi, Amerika Serikat kembali memenangkan putaran terbaru pertikaian hukum terkait usaha menyita kapal pesiar (superyacht) milik Rusia senilai USD 325 juta di Fiji. Kasus tersebut tampaknya kini akan bergulir ke Mahkamah Agung negara Pasifik itu.

Kasus ini menunjukkan betapa besarnya tantangan hukum yang dihadapi AS ketika mencoba untuk merebut aset-aset para oligarki Rusia di berbagai penjuru dunia.

Niat tersebut disambut oleh banyak pemerintah dan pihak-pihak yang menentang perang di Ukraina, namun menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa jauh yurisdiksi AS. []

Sumber: Voice of America (VOA)