News

Kapal di Laut China Selatan Pecah jadi Dua, 12 Jenazah Berhasil Ditemukan 

Tiga orang yang selamat mengatakan bahwa anggota awak lainnya mungkin telah tersapu ombak sebelum helikopter pertama tiba.


Kapal di Laut China Selatan Pecah jadi Dua, 12 Jenazah Berhasil Ditemukan 
Kapal tersebut dilaporkan pecah menjadi dua akibat hantaman Topan Chaba ( AFP/Government Flying Service of Hong Kong)

AKURAT.CO  Sebanyak 12 jenazah berhasil ditemukan menyusul insiden karamnya sebuah kapal di Laut China selatan. 

Perkembangan itu diumumkan pihak berwenang China pada Senin (4/7), beberapa hari usai kapal mengalami kerusakan besar akibat topan Chaba, menyebabkan 30 awak hilang. Kapal mesin itu, sebelumnya berada 160 mil laut (296 km) dari barat daya Hong Kong, dan dilaporkan pecah menjadi dua bagian.

"Pada pukul 15.30 pada 4 Juli, pasukan penyelamat menemukan 12 mayat, yang diduga sebagai korban tenggelam, di daerah sekitar 50 mil laut barat daya dari lokasi karamnya kapal."

baca juga:

"Departemen terkait kini sedang meningkatkan upaya untuk mengindetifikasi para korban," kata Pusat Pencarian dan Penyelamatan Maritim Guangdong dalam pemberitahuannya, seperti dikutip dari AFP.

30 awak dilaporkan telah meninggalkan kapal itu, yang bernama Fujing 001. Kapal ini saat masih beroperasi digunakan untuk konstruksi pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai. Menurut outlet media pemerintah CGTN, para kru lari dari kapal setelah rantai jangkarnya putus akibat topan.

"Sistem pemantauan pada Sabtu mendeteksi bahwa derek apung dari proyek ladang angin lepas pantai dalam kondisi bahaya," kata penyiar negara CCTV.

Tiga orang diselamatkan pada Sabtu dan satu lagi pada Senin dini hari, tambah media pemerintah China tersebut.

Tim penyelamat telah memperluas cakupan pencarian mereka di sekitar titik reruntuhan kapal. Petugas medis juga telah dikerahkan ke setiap kapal penyelamat, agar awak yang ditemukan bisa segera diberi bantuan.

Sementara itu, sebuah rekaman proses penyelamatan dirilis oleh pihak berwenang Hong Kong. Video menunjukkan seseorang diterbangkan ke helikopter dengan ombak menghantam kapal dengan setengah bagian yang tenggelam.

Tiga orang yang selamat mengatakan bahwa anggota awak lainnya mungkin telah tersapu ombak sebelum helikopter pertama tiba.

Sulit dan berbahaya

Topan Chaba terbentuk di bagian tengah Laut China Selatan dan pada Sabtu, mendarat di provinsi Guangdong, China selatan. 

Tim penyelamat di Hong Kong diberitahu tentang insiden itu pada pukul 07.25 waktu setempat dan menemukan kapal sudah berada di dekat pusat Chaba. Saat itu, kondisi cuaca buruk, dan ladang angin di dekat kapal membuat operasi penyelamatan menjadi 'lebih sulit dan berbahaya'.

Lokasi kapal mencatat kecepatan angin 144 km/jam dan gelombang setinggi 10 meter, kata pihak berwenang.

Tujuh pesawat, 246 kapal, dan 498 kapal penangkap ikan telah dikirim untuk mencari orang hilang yang tersisa, menurut pernyataan otoritas China daratan, pada Senin.[]