Tech

Kapabilitas Dokter Ahli Jadi Pendorong Kemajuan Teknologi Robotic Surgery di Indonesia

Meski bersifat robotik seluruh pengambilan keputusan dalam proses pembedahan tetap dilakukan oleh dokter ahli.


Kapabilitas Dokter Ahli Jadi Pendorong Kemajuan Teknologi Robotic Surgery di Indonesia
Teknologi Robotic Surgery. (Dok. RS Bunda)

AKURAT.CO Inovasi teknologi bedah robotik (robotic surgery) dikembangkan Indonesia sejak tahun 2012. Pelopor teknologi ini adalah Dr. dr. Ivan Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG. Hingga saat ini, satu-satunya rumah sakit yang menyediakan robotic surgery di Indonesia adalah Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta.

Dimulai dengan dua dokter ahli robotic surgery, serta jumlah dan jenis kasus yang terbatas, tren robotic surgery pun terus mengalami kemajuan. Saat ini, sudah ada 16 dokter spesialis tersertifikasi robotic surgery Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta dari berbagai spesialisasi yang dapat melakukan robotic surgery. Sudah hampir 600 beragam kasus yang ditangani melalui teknologi ini. Mulai dari kasus ginekologi hingga urologi.  

Kemajuan robotic surgery di Indonesia  tentu sejalan dengan upaya untuk menekan tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri. Setidaknya, tercatat 2 juta orang yang melakukan perjalanan medis ke luar negeri (medical tourism) setiap tahunnya, yang mengakibatkan Indonesia kehilangan setidaknya Rp97 triliun devisa karena praktek tersebut. 

baca juga:

Managing Director Bundamedik Healthcare System (BMHS), Yudiyantho menjelaskan di tengah peningkatan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap robotic surgery, peningkatan jumlah dokter serta kemampuan mereka dalam bidang robotic surgery menjadi kunci pendorong kemajuan tren robotic surgery di tanah air. Hingga kini, ada lebih dari 27.000 dokter di Amerika Serikat dan lebih dari 14.000 dokter di negara-negara lainnya yang mampu melakukan robotic surgery. 

"Untuk robot Da Vinci sebagai sistem bedah robotik yang digunakan dalam prosedur robotic surgery, sudah ada sekitar 6.000 robot, dengan hampir 700 diantaranya tersebar di Asia Tenggara per 2019. Ini tentu jadi motivasi bagi kami juga untuk terus mendorong kemajuan robotic surgery Indonesia yang kompetitif. Khususnya melalui strategi pengembangan SDM tenaga medis, sehingga bisa memberikan layanan berkualitas tinggi kepada pasien," jelas Yudiyantho, melalui keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

Meskipun bersifat robotik yang dilengkapi dengan sistem komputer, seluruh pengambilan keputusan dalam proses pembedahan tetap dilakukan oleh dokter ahli. Ahli bedah menggunakan sistem komputer untuk mengontrol lengan robot dan ujung-efektor. 

Dalam kasus operasi terbuka yang sekarang menggunakan instrumen dari baja, untuk meregangkan iga dapat lebih halus jika dilakukan dengan robot. Gerakan umpan balik yang terkendali dapat dilakukan dibandingkan dengan memakai tangan manusia. Tujuan utama dari instrumen tersebut adalah untuk mengurangi atau menghilangkan trauma jaringan yang biasanya didapatkan pada operasi terbuka. 

Secara umum, robotic surgery dipilih pasien karena operasi yang lebih singkat, pengurangan efek pendarahan, dengan rasa nyeri pasca operasi lebih ringan serta waktu penyembuhan lebih cepat, sehingga mempersingkat lama rawat pasca operasi. Robotic surgery pun akurat, dan lebih presisi dibanding laparoscopy. 

Yudiyantho mengatakan, sejak tahun 2014 pihaknya melihat peningkatan yang tinggi dari adopsi pasien terhadap robotic surgery karena melihat berbagai pengalaman pasien lainnya yang puas dengan hasil robotic surgery. Oleh karenanya, tahun 2022 ini, mereka akan fokus untuk terus memperluas layanan robotic surgery dengan teknologi mutakhir untuk penanganan mioma uteri, kista ovarium, operasi angkat rahim, kanker usus, operasi bariatrik, operasi hernia, kanker prostat, kanker ginjal serta operasi angkat prostat dengan ahli terbaik di bidangnya.