Lifestyle

Kanker Payudara Pengaruhi Sosio Ekonomi, Masyarakat Harus Lakukan Deteksi Dini

Kanker Payudara Pengaruhi Sosio Ekonomi, Masyarakat Harus Lakukan Deteksi Dini
Kanker Payudara (PITAPINK)

AKURAT.CO, Deteksi dini kanker payudara menjadi hal penting yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk menunjang tingkat bertahan hidup dan kesembuhan bagi penderitanya, karena juga berpengaruh pada sosio ekonomi di Indonesia yang penderitanya didominasi kelompok usia produktif.

HER2-positif merupakan faktor agresivitas sel kanker payudara yang diasosiasikan dengan tingkat kesintasan yang rendah.

Namun dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B(K)Onk, M.Epid, MARS, spesialis bedah onkologi, menunjukkan bahwa penanganan kanker payudara HER2-positif yang optimal pada stadium dini dapat menurunkan risiko kekambuhan atau kematian dibandingkan jika mendapat kemoterapi saja.

baca juga:

Dalam edukasi virtual forum komunitas bertajuk "Akses Penanganan Kanker Payudara HER2+ Stadium Dini: Tantangan dan Harapan", Jumat (19/02/2021) dr. Sonar mengatakan tujuan pengobatan kanker payudara pada stadium dini tidak hanya untuk mengontrol penyakit tetapi juga kuratif atau mencapai kesembuhan, sehingga pasien dapat kembali menjalani kehidupannya secara produktif.

"Saat ini salah satu terapi yang terbukti efektif pada kanker payudara HER2-positif stadium dini adalah pemberian terapi target dengan trastuzumab dan kemoterapi yang dapat meningkatkan angka kesintasan dan menurunkan risiko kekambuhan pasien," tuturnya.

Pasien yang melakukan terapi ini disebut dapat mengurangi risiko kekambuhan dibandingkan dengan pemberian kemoterapi saja. Dengan pengobatan yang optimal pada stadium dini, hal ini berpotensi untuk meringankan beban bagi pasien atau keluarga pasien, dan sistem kesehatan.

"Kehadiran JKN (Jaring Kesehatan Nasional) telah mempermudah akses terhadap diagnosis, namun perlu juga diikuti penanganan kanker payudara HER2-positif yang komprehensif untuk meningkatkan luaran klinis terapi," ujar dr. Sonar.

Dari beberapa penelitian, terlihat bahwa penanganan kanker payudara sejak stadium dini dengan tepat dan komprehensif berpotensi meringankan beban bagi pasien dan sistem kesehatan, di mana biaya total penanganan kanker payudara pada stadium II, III, dan IV adalah 32 persen, 95 persen, dan 109 persen lebih tinggi dibandingkan stadium I.

Berdasarkan riset Penyakit Tidak Menular yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (2016) yang dilakukan pada sampel berusia 25-64 tahun di perkotaan, sebanyak 90 persen pasien kanker payudara di Indonesia berusia produktif antara 25-55 tahun, sehingga secara tidak langsung memiliki potensi dampak terhadap aspek sosio ekonomi masyarakat.

Sumber: ANTARA

Sulthony Hasanuddin

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu