Lifestyle

Kangen Lihat Jakarta? Coba Cek Video 360 Derajat dari Kemenparekraf

Kemenparekraf merilis berbagai video 360 derajat yang menggambarkan beberapa kota di Indonesia


Kangen Lihat Jakarta? Coba Cek Video 360 Derajat dari Kemenparekraf
Ilustrasi. Monumen Nasional sebagai ikon dari Ibukota Indonesia, DKI Jakarta.. (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO, Hiruk pikuk lalu lintas, lampu-lampu mobil yang menyala, menghiasi pemandangan dan memperindah gemerlap di jalan protokol Jakarta setiap jam pulang kerja mungkin jadi pengalaman yang dirindukan selama pandemi menyapa.

Namun, ada cara untuk menuntaskan kerinduan terhadap suasana Jakarta yang ramai dan sibuk dengan menonton video 360 derajat destinasi-destinasi wisata yang ada di laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Video singkat yang diiringi musik latar ceria dibuka dengan pemandangan jalan layang pada siang hari, memperlihatkan suasana ibu kota yang sibuk sepanjang hari dengan kendaraan yang terus berlalu lalang.

Kamera kemudian bergerak, mengajak penonton melewati flyover Kuningan, kemudian berpindah ke suasana pinggir pantai di Ancol. Ditemani semilir angin laut, terlihat gondola Ancol menghiasi langit, pemandangan untuk orang-orang yang sedang menanti datangnya senja.

Kamera kembali berpindah lokasi, kali ini dengan pemandangan malam hari dari tempat ikonik di Jakarta: Bundaran Hotel Indonesia. Dari sudut pandang Patung Selamat Datang, lampu-lampu semarak dari kendaraan yang berseliweran di salah satu tempat populer untuk memotret itu bisa dinikmati untuk menuntaskan rasa kangen beraktivitas seperti dahulu kala.

Air mancur dan lampu warna-warni di Bundaran Hotel Indonesia memperindah suasana, menutup jalan-jalan virtual yang bisa dilakukan dari rumah.

Kemenparekraf juga membuat wisata virtual mulai 30 Januari hingga 28 Februari 2021 yang tayang di saluran Youtube Pesona Indonesia.

Sebanyak 10 desa wisata yang ditampilkan dalam tur virtual ini di antaranya Pulau Banyak – Aceh Singkil, Desa Belibak – Kepulauan Anambas, Desa Karangduwur- Kebumen Kawasan, Desa Wisata Nanas Madu – Pemalang, Desa Bayan – Lombok Utara, Kawasan Kabola – Pulau Alor, Desa Aisandami – Teluk Wodam, Desa Bajo Mola – Kepulauan Wakatoba, Desa Ngilngof – Kepulauan Kei, dan Desa Sebujit– Bengkayang.

Desa-desa ini dipilih berdasarkan keunikan dalam segi geografis, budaya, maupun aktivitas atau pengalaman yang ditawarkan, belum atau masih jarang diketahui.[]

Sumber: Antara

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu