Rahmah

Kandungan Surah Al-A'raf Ayat 172: Kesaksian Setiap Insan terhadap Allah Sebelum Lahir ke Dunia


Kandungan Surah Al-A'raf Ayat 172: Kesaksian Setiap Insan terhadap Allah Sebelum Lahir ke Dunia
Ilustrasi bayi yang masih suci (unsplash.com)

AKURAT.CO, Surah Al-A'raf ayat 172 menjadi pengingat kepada setiap insan bahwa sejatinya kita memiliki janji dengan Allah Swt yang pasti pernah dilupakan.

Kandungan Surah Al-Araf Ayat 172: Kesaksian Setiap Insan terhadap Allah Sebelum Lahir ke Dunia - Foto 1
ISTIMEWA


Wa idz akhadza rabbuka mim banii aadama min dzuhuurihim dzurriyyatahum wa asy-hadahum 'alaa anfusihim, a lastu birabbikum, qaaluu balaa syahidnaa, an taquuluu yaumal-qiyaamati innaa kunnaa 'an haadzaa ghaafiliin

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)." (QS. Al-A'raf: 172).

Ayat di atas, memberikan sebuah informasi kepada setiap manusia bahwa kita pernah bersaksi kepada Allah. Akan tetapi, kesaksian saat dalam kandungan sebelum lahir ke dunia tersebut pasti dilupakan sehingga wajar jika setiap manusia memiliki keyakinan yang berbeda-beda.

Dari kesaksian tersebut, pada hakikatnya kita pernah berikrar untuk menuhankan Allah (tiada Tuhan selain Allah), berjanji untuk tidak menyekutukan-Nya, tidak meminta kepada selain-Nya dan berbagai konsekuensi lainnya.

Sayangnya, masing-masing dari kita setelah lahir ke dunia akan lupa dengan perjanjian tersebut, dan inilah watak asli manusia sebagai tempatnya salah dan lupa.

Adapun diutusnya para Nabi dan Rasul ke dunia ini menurut para ahli tafsir adalah untuk mengingatkan janji itu agar manusia tidak tersesat.

Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah ra dikatakan, "Sewaktu menciptakan Nabi Adam, Allah mengusap punggungnya. Maka berjatuhanlah dari punggungnya setiap jiwa keturunan yang akan diciptakan Allah dari Adam hingga hari kiamat. Kemudian, di antara kedua mata setiap manusia dari keturunannya Allah menjadikan cahaya yang bersinar. Selanjutnya, mereka disodorkan kepadanya. Adam pun bertanya, “Wahai Tuhan, siapakah mereka?” Allah menjawab, “Mereka adalah keturunanmu.” (HR. Tirmidzi).

Sementara itu, latar belakang orangtua juga menjadi faktor lupa atau ingatnya manusia terhadap janjinya kepada Allah Swt.

Dikatakan dalam sebuah hadis, "Setiap anak yang lahir, dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Baihaqi dan Thabrani).

Dengan demikian, Surah Al-A'raf ayat 172 di atas membuktikan betapa dahsyatnya penciptaan manusia oleh Allah Swt. Kita tentu tidak menyadarinya kalau sebenarnya saat masih dalam kandungan, kita berkomunikasi dengan Zat yang Maha Menciptakan.

Wallahu a'lam.[]