News

Kandidat Capres Pilihan Warga NU, Erick Thohir Termasuk

"Kemunculan Erick Thohir masuk tiga besar survei bisa dibaca bahwa pendekatannya kepada komunitas NU cukup efektif."


Kandidat Capres Pilihan Warga NU, Erick Thohir Termasuk
Erick Thohir resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setelah mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Banser di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad, 28 November 2021. (Foto: Banser)

AKURAT.CO - Erick Thohir masuk dalam daftar calon presiden yang menjadi pilihan warga Nahdlatul Ulama (NU). Nama Mentari BUMN ini menempati urutan tiga capres yang dipilih nahdlyyin setelah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Demikin kesimpulan survei Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS). Sigi CSIIS dilakukan serentak di Probolinggo, Pasuruan, Malang, Yogyakarta, Rembang, Magelang, Tasikmalaya, Cirebon, Pandeglang dan Lampung Tengah pada 7 Januari 2022.

Responden riset merupakan santri dari pondok pesantren yang selesai menunaikan salat Jumat. Model ini adalah adaptasi dari exit poll. Exit poll data diambil dari pemilih setelah keluar dari bilik suara. Exit prayer adalah data diambil setelah responden keluar dari masjid setelah selesai salat Jumat.

baca juga:

Data survei diambil dengan wawancara mendalam. Wawancara secara tidak langsung, responden tidak dalam posisi mengetahui bahwa dia tengah diambil datanya. Contoh dipilih secara purposive yang dimaksudkan untuk mendapatkan orisinalitas data dari responden dan dihindari kemungkinan melebar.

"Kemunculan Erick Thohir masuk tiga besar survei bisa dibaca bahwa pendekatannya kepada komunitas NU cukup efektif," kata Direktur Eksekutif Moh Sholeh Basyari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/1/2022).

Basyari menjelaskan, Erick masuk dalam daftar calon presiden pilihan warga NU di Jawa Tengah, Banten, dan Lampung, bersama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Sementara di Jawa Barat, kandidat capres pilihan nahdlyyin adalah Ridwan Kamil, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.

Hasil riset lainnya, nama Yenny Wahid mengalahkan politisi NU yang juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Saifullah Yusuf yang sekarang menjabat Walikota Pasuruan.

Basyari menduga perubahan menguatnya nama Yenny Wahid merupakan respons warga Nahdlatul Ulama atas kebijakan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang ingin menghidupkan Gus Dur.[]