News

Kandas di Kepolisian, Kasus Arteria Dahlan Tetap Diproses di MKD DPR

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menyatakan, laporan dugaan pelanggaran kode etik Anggota Komisi III DPR RI itu tetap akan diproses.


Kandas di Kepolisian, Kasus Arteria Dahlan Tetap Diproses di MKD DPR
Politisi PDIP, Arteria Dahlan dalam sebuah acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2019). (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Kasus yang menjerat anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) Arteria Dahlan lantaran telah menyinggung masyarakat Sunda telah kandas di kepolisian.

Polda Metro Jaya menyatakan tidak bisa melanjutkan kasus politikus PDIP tersebut. Hal ini berdasarkan hasil gelar perkara polisi yang menyatakan kasus tersebut tidak memenuhi unsur pidana.

Meski kasus Arteria kandas di kepolisian, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menyatakan, laporan dugaan pelanggaran kode etik Anggota Komisi III DPR RI itu tetap akan diproses.

baca juga:

Anggota MKD DPR RI Asep Ahmad Maoushul Affandy menyatakan, hak imunitas politikus PDIP itu sebagai anggota dewan tidak menghalangi laporan atas penutur Bahasa Sunda.

"Kami harus terima semua gugatan, cuma ya kan (semuanya) diproses," ucap Asep saat dihubungi awak media, Sabtu (5/2/2022).

Ia mengatakan, untuk sementara waktu proses di MKD juga terhalang imbas merebaknya Covid-19 di lingkungan DPR RI. Sehingga, diberlakukannya lockdown selama beberapa hari yang menyebabkan ratusan orang anggota DPR RI dinyatakan positif.

Sebagai informasi, Majelis Adat Sunda melaporkan Arteria dahlan ke Polda Jawa Barat atas ucapan meminta Jaksa Agung mencopot Kajati berbahasa Sunda. 

Laporan dilakukan Majelis Adat Sunda ke Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (20/1/2022). Pelapor membuat laporan ke SPKT Polda Jabar namun masih harus berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar.

"Kami hari ini melaporkan saudara Arteria Dahlan, anggota DPR RI yang telah menyatakan dalam berita yang viral mencopot kepala Kejaksaan Tinggi yang berbicara menggunakan bahasa Sunda," ujar Ari Mulia di Mapolda Jabar.