News

Kamus Sejarah Berdampak Reshuffle, PSI:  Kritiklah dengan Substansi, Bukan Fitnah!

Beredar draf Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tanpa nama KH Hasyim Asy'ari.


Kamus Sejarah Berdampak Reshuffle, PSI:  Kritiklah dengan Substansi, Bukan Fitnah!
Tsamara Amany Alatas (Screenshot/Twitter/@TsamaraDKI)

AKURAT.CO, Isu reshuffle kabinet yang beredar di media seminggu ini membawa dampak terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat beredar draf Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tanpa nama KH Hasyim Asy'ari.

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas meminta agar serangan terhadap Nadiem Makarim segera dihentikan, jika hanya demi kepentingan politik jangka pendek.

"Mas Menteri tentu saja tidak sempurna. Kritik boleh saja, bahkan dianjurkan. Tapi kritiklah dengan substansi yang kuat untuk perbaiki dunia pendidikan kita, bukan kritik yang menjurus kepada fitnah," tegas Tsamara, sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Selain itu, Tsamara pun meminta pelaku pembocoran draft Kamus Sejarah yang kemungkinan besar dilakukan dari dalam tubuh birokrasi kemendikbud harus diusut tuntas.

"Fakta menunjukkan buku Kamus Sejarah itu dibuat pada tahun 2017 ketika Mendikbudnya Muhadjir Effendi, bukan Nadiem Makarim. Kedua, sesuai dengan keterangan resmi Kemendikbud, kamus Sejarah itu masih berupa draft dan oleh karena itu belum dipublikasi," tandasnya.

Seperti diketahui, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid menerangkan aspek teknis dan aspek substansi daripada klarifikasinya. Secara teknis, Hilmar menjelaskan, penyusunan dimulai tahun 2017 namun belum selesai karena begitu panjangnya perjalanan sejarah Indonesia sejak 1900.

"Karena pada saat itu tahun anggaran sudah berakhir, sebagai pertanggungjawaban kami tetap melaporkan draf naskah yang belum selesai tersebut dalam format pdf,” terangnya, Selasa (20/4/2021).

Lebih lanjut, Hilmar menyampaikan komitmen kementerian untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk memastikan isu ini tidak berlarut, saya sudah instruksikan untuk menurunkan semua buku yang terkait sejarah modern sampai ada penyempurnaan yang lebih cermat," kata dia.[]  

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu