Olahraga

Kampanye STY vs Haruna Kini Muncul di Jalanan

Pernyataan Haruna Sumitro sendiri memunculkan sinyalemen perbedaan pendapat di tubuh Exco PSSI.


Kampanye STY vs Haruna Kini Muncul di Jalanan
Pamflet dukungan terhadap Shin Tae-yong dan penolakan Haruna Sumitro yang diduga ditempel di salah satu jalanan di Jakarta. (TWITTTER/nuhagunawan)

AKURAT.CO, Gelombang untuk mempertahankan Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, semakin bergulir. Dukungan untuk membela pelatih asal Korea Selatan itu merupakan respons atas pernyataan salah satu anggota Komisi Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Sumitro, beberapa hari lalu.

Selain gencar di media sosial dengan kampanye tagar #STYSTAY dan #HARUNAOUT, dukungan untuk Shin Tae-yong tampaknya juga diekspresikan di dunia nyata. Kini muncul pula beberapa pamflet dan spanduk dukungan untuk Shin Tae-yong di beberapa ruang publik yang disinyalir berada di Jakarta.

Situasi ini mengingatkan pada aksi suporter ketika meminta Ketua Umum PSSI sebelum era Mochamad Iriawan, Edy Rahmayadi, untuk mundur dari jabatannya pada 2018. Tagar #EDYOUT beserta pamflet dengan desain yang serupa pamflet Shin Tae-Yong terlihat di beberapa stadion ketika itu.

baca juga:

Gerakan ini muncul selepas kabar yang menyebut bahwa Shin Tae-yong tersinggung dengan ucapan Haruna dalam salah satu rapat Exco PSSI beberapa waktu lalu. Haruna menyebut bahwa proses pembangunan Timnas yang diprioritaskan Shin Tae-yong tidak lebih penting ketimbang gelar.

Haruna mengatakan bahwa capaian runner-up di Piala AFF 2020 bukanlah sesuatu yang cukup bisa dijadikan ukuran bagi keberhasilan Shin Tae-yong. Menurutnya, sebelum Piala AFF 2020, sejumlah pelatih juga sudah pernah membawa Indonesia menjadi runner-up dalam lima kesempatan.

Sejumlah akun Instagram pendukung Timnas Indonesia juga bersitegas untuk mendukung Shin Tae-yong. Mereka menganggap bahwa Haruna sengaja membuat suasana kerja Shin Tae-yong menjadi tidak nyaman di tengah dukungan besar dari suporter terhadap sang pelatih.

“Suasana Timnas nih lagi bagus. Suasana tim kepelatihan sebelum Anda tiba-tiba kritik juga lagi sehat. Suasana suporter juga lagi bagus-bagusnya pasca AFF 2020. Tiba-tiba datang dan bikin semuanya ga nyaman,” tulis akun Lingkar Garuda yang memiliki lebih dari 370 ribu pengikut.

Pernyataan Haruna sendiri memunculkan sinyalemen perbedaan pendapat di tubuh Exco PSSI. Pasalnya, PSSI sendiri justru berniat memberikan perpanjangan kontrak untuk mantan Pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2022 yang sedianya berakhir pada 2023.[]