News

Kalau Singapura Ogah Ngasih Izin, Buronan Adelin Lis Baru Bisa Diborgol Kejagung Di Pesawat

Pemulangan buronan Adelin Lis bisa dilakukan menggunakan pesawat komersil. Jika sudah di atas pesawat, baru Adelin Lis bisa diborgol petugas Kejagung


Kalau Singapura Ogah Ngasih Izin, Buronan Adelin Lis Baru Bisa Diborgol Kejagung Di Pesawat
Hikmahanto Juwono (AKURAT.CO/Faqih)

AKURAT.CO, Buronan kasus pembalakan liar Adelin Lis saat ini dalam proses pemulangan ke Indonesia setelah ditangkap otoritas Singapura. Kejaksaan Agung berupaya Adelin Lis bisa dijemput langsung oleh penegak hukum namun ditolak oleh otoritas Singapura.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia  Hikmahanto Juwana mengatakan, penolakan Singapura untuk penjemputan langsung Adelin dengan pesawat khusus oleh Kejaksaan Agung sudah sesuai aturan internasional. Sebab pengembalian Adelin ke Indonesia merupakan proses deportasi, bukan ekstradisi. 

"Deportasi dilakukan karena Adelin Lis oleh otoritas Singapura dianggap melanggar hukum keimigrasian setempat," kata Rektor Universitas Jenderal A Yani itu dalam keterangannya, Sabtu (19/6/2021).

Diketahui, pada 9 Juni Pengadilan Singapura telah memutus Adelin Lis bersalah dengan menjatuhkan denda  dan mendeportasi kembali ke Indonesia.  Maka dikembalikannya Adelin Lis bukan karena kejahatan yang dilakukan di Indonesia dimana pemerintah Indonesia meminta ke Singapura untuk memulangkan Adelin Lis. 

Hikmahanto juga mendukung rencana Kejaksaan Agung yang langsung menjemput Adelin di Singapura. Bila ada permintaan dari keluarga Adelin Lis agar ia dipulangkan oleh keluarga maka ini harus ditolak. 

"Benar yang disampaikan oleh Jaksa Agung agar Adelin Lis dipulangkan oleh Kejaksaan Agung. Hal ini untuk mencegah Adelin Lis dengan pesawat yang mungkin disewa oleh keluarga tidak menuju Indoneaia malah ke negara lain," kata dia. 

Hikmahanto menyarankan Kejagung menyewa pesawat komersial untuk memastikan kepulangan Adelin Lis ke Indonesia. 

Dalam proses ekstradisi, buronan dalam keadaan diborgol saat proses handing over (penyerahan). Sementara  dalam proses deportasi pada waktu dijemput oleh aparat Kejagung maka Adelin Lis tidak dalam keadaan diborgol. Adelin Lis akan diborgol saat pesawat memasuki wilayah udara Indonesia. 

Jika otoritas Singapura tidak mengizinkan pesawat sewaan dari Kejaksaan, aparat  tetap bisa memulangkan dengan peswat komersial tujuan Jakarta. Nanti ada aparat Kejaksaan yang duduk sebagai penumpang.

"Setelah memasuki wilayah udara Indonesia barulah aparat kejaksaan melaksanakan tugas untuk menangkap dengan memborgol Adelin Lis sampai di Jakarta," kata Hikmahanto. 

Sebelumnya, Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer menyampaikan tiga skenario pemulangan Adelin Lis dari Singapura.

Pertama, menjemput Adelin Lis di Singapura menggunakan pesawat carter. Skenario kedua menjemput Adelin Lis dengan menggunakan pesawat komersial, Garuda Indonesia. Waktu penjemputan diperkirakan dari tanggal 14 sampai 20 Juni 2021.

"Upaya pengembalian ini masih belum membuahkan hasil," ujar Leo saat menyampaikan perkembangan pemulangan Adelin Lis, Kamis (17/6/2021).

Kemudian skenario ketiga, Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta KBRI di Singapura untuk menahan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) Adelin Lis.

"Jadi, surat perjalanan laksana paspor itu, tidak diserahkan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan atau kepada otoritas imigrasi di Singapura sebelum dapat kepastian mengenai penjemputan dan jaminan keamanan yang memenuhi kelayakan pemulangan buronan kejaksaan berisiko tinggi tersebut," kata Leo.

Namun, Kejagung RI masih berkoordinasi dengan pihak Singapura agar bisa menjemput Adelin Lis menggunakan pesawat carter. Sehingga Adelin tidak bisa terbang kemanapun kecuali dengan Garuda Indonesia. []