News

Kalangan Komisi VIII Harap Menteri Agama Sukses Lobi Kuota Haji


Kalangan Komisi VIII Harap Menteri Agama Sukses Lobi Kuota Haji
Jamaah Haji. Foto: Timesindonesia

Jakarta, Komisi VIII DPR RI berharap kepergian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ke Arab Saudi tidak sia-sia. Selain bisa mengembalikan kuota haji untuk tahun 2017, Lukman juga diharapkan mampu meyakinkan kerajaan Arab Saudi agar memberikan tambahan kuota mencapai 250 jamaah dari negara-negara seperti Filipina, Kamboja, Timor Leste, Thailand, dan Kamboja.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong mengaku kabar pengembalian kuota haji Indonesia sudah beredar. Namun, kebenarannya belum bisa dipastikan. 

â??Kepergian Menteri Agama ke Arab Saudi memang untuk membahas soal besaran kuota tersebut. Tapi untuk kepastian berapa jumlah kuota haji Indoensia  tahun ini akan ditentukan pada April nanti," ujarnya kepada wartawan, beberapa waktu lalu 

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, pembahasan besaran jumlah kuota jamaah haji akan terus menjadi sorotan lantaran proyek renovasi dan perluasan Masjidil Haram sudah hampir selesai. Kuota jamaah haji yang sekarang masih dipotong 40 persen sudah seharusnya dikembalikan seperti semula.

â??Kami sangat berharap kuota bisa dikembalikan seperti semula. Kalau hal itu terwujud, antrean untuk berhaji dari berbagai daerah bisa dikurangi secara signifikan," tukasnya. 

Selain itu, lanjut Ali, Komisi VIII tetap berusaha agar kuota haji dapat ditambah dengan mendorong pemerintah melobi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar bisa menyerap kuota haji dari negara-negara yang tidak maksimal menyerap kuota haji. Sehingga, penambahan kuota itu dapat mencapai 250 ribu orang per tahun. 

â??Penambahan jatah kuota ini masuk akal bila pemerintah mampu melobi negara-negara lain seperti Filipina, Kamboja, Timor Leste, Thailand, Kamboja, bahkan Fiji agar bersedia memberikan sisa kuota haji yang tidak terpakainya itu kepada Indonesia. Untuk mencapai target ini jelas harus mendapat dukungan diplomasi dari pemerintah yang sangat serius," ucap Ali.

Senada, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Deding Ishak juga meminta pemerintah melobi pemerintah Arab Saudi untuk memberikan kuota haji lebih bagi Indonesia. Pasalnya, Menag Lukman akan kembali membahas kuota haji Indonesia tahun 2017, dengan pemerintah Arab Saudi.

"Kalau memang kita kembali pada kuota sebelum renovasi 210 ribu menjadi hal yang sangat mungkin. Kita minta Arab Saudi beri kuota lebih pada Indonesia. Karena Indonesia adalah negara paling banyak kirimkan jemaah hajinya," tutur Deding.

Setidaknya, lanjut dia, Indonesia mampu mendapatkan kuota jamaah haji lebih dari angka normal sebelumnya. Sehingga bisa mengurangi antrean jamaah haji yang sangat panjang. 

"Di Sulawesi menunggu sampai 30 tahun, itu tak manusiawi. Kita ingin Pemerintah Arab beri tambahan kuota, dan fasilitas di sana bisa memungkinkan itu," tegasnya.

Menurutnya, ada dua cara agar Indonesia bisa menambah kuota haji. Pertama, meminta langsung soal wacana penambahan jumlah jemaah haji ke pemerintah Arab Saudi. Kedua, mengambil jatah negara lain, seperti Thailand atau Filipina yang kuota jamaah hajinya tak penuh.

"Ada kuota dari beberapa negara yang tak terpenuhi, itu kasih saja ke Indonesia, kasih kompensasi berapa," ujar politikus Partai Golkar itu.

Diketahui, pada 3 Januari 2017 Menag Lukman bertolak ke Arab Saudi guna menandatangani nota kesepahaman haji. Kuota haji Indonesia dipotong sejak beberapa tahun belakangan sebesar 20 persen akibat ekspansi Masjidil Haram. Selama ini, Indonesia hanya memiliki kuota haji 168 ribu, padahal normalnya mencapai 210 ribu jamaah.

Menurut Lukman, saat ini pemerintah tengah mengupayakan agar kuota haji Indonesia kembali normal seperti 2012, dimana jumlah jemaah bisa mencapai 211.000. Apalagi proses renovasi Masjidil Haram saat ini telah rampung.


Super Admin

https://akurat.co

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum
Follow Me:

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu