Olahraga

Kalah Straight Set, Murray: Apakah Semua yang Saya Lakukan Layak?

Murray menjadi petenis Inggris pertama yang berhasil meraih gelar Wimbledon setelah 77 tahun.


Kalah Straight Set, Murray: Apakah Semua yang Saya Lakukan Layak?
Andy Murray, (kanan) berjabat tangan dengan Dennis Shapovalov usai pertandingan babak ketiga Wimbledon 2021 (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Andy Murray senang dirinya bisa kembali tampil di Wimbledon pada nomor tunggal putra setelah empat tahun absen. Ia juga bersyukur bisa melewati tiga laga di minggu ini tanpa mengalami cedera baru.

Dan tetap saja, setelah kalah tiga set langsung 4-6, 2-6, 2-6 atas petenis unggulan 10, Denis Shapovalov, Murray mengakui ada bagian dari dirinya yang kurang puas karena merasa tidak bermain seperti yang diharapkan.

“Apakah semua latihan itu dan semua yang Anda lakukan di gym itu layak untuk semua? penampilan yang kamu tunjukkan?” kata Murray dikutip Tennisworldusa.

“Ada bagian dari diri saya yang merasa telah melakukan begitu banyak pekerjaan selama tiga bulan terakhir, dan pada akhirnya, tidak bermain seperti yang saya inginkan dan harapkan. Dan itu seperti: Apakah itu layak?”

Petenis 34 tahun itu memiliki kenangan indah dan hal-hal hebat di lapangan All England  dan bermain dalam suasana yang sangat luar biasa. Namun, menilik laga yang baru dilewati, petenis tuan rumah itu tidak puas dengan caranya bermain.

“Saya menyelesaikan pertandingan malam ini dan mengatakan kepada tim saya, bahwa saya tidak senang dengan cara saya bermain,” jelas Murray.

Murray baru-baru ini kembali ke tur setelah absen selama tiga bulan karena masalah cedera di pangkal paha, cedera terbarunya dari rentetan cedera yang pernah ia alami.

Yang paling serius adalah cedera pinggul yang harus membuat Murray menjalani dua operasi. Hal itu pula yang membuatnya tidak bermain di nomor tunggal Wimbledon sejak 2017, setahun setelah ia memenangkan gelar keduanya di grand slam lapangan rumput.

“Kecuali saya dan tim dapat menemukan cara untuk menjaga saya di lapangan untuk jangka waktu yang konsisten, dan memungkinkan berlatih dengan cara yang saya butuhkan untuk bersaing dengan mereka,” kata Murray.

“Maka saat itulah diskusi tentang apa yang saya lakukan selanjutnya akan datang, karena saya benar-benar telah melakukan banyak hal untuk sampai ke titik ini.”

Gelar Wimbledon pertama Murray datang pada tahun 2013, menjadikannya sebagai juara tunggal putra asal Inggris pertama setelah 77 tahun.

Pada edisi kali ini, Murray membuka perjalanannya di Wimbledon dengan mengalahkan unggulan ketujuh asal Georgia, Nikoloz Basilashvili lewat laga empat set, disusul kemenangan atas petenis Jerman, Oscar Otte.

Sayang, langkahnya harus terhenti di tangan petenis kidal 22 tahun, Denis Shapovalov, yang sekaligus mengantarkan petenis muda Kanada itu melangkah ke babak keempat Wimbledon untuk pertama kalinya.[]