Ekonomi

Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang! Ini Dampak Invasi China ke Taiwan pada Ekonomi Dunia

Taiwan memproduksi 90 persen semikonduktor canggih dunia, sehingga gejolak konflik dapat mengganggu rantai pasokan dunia.

Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang! Ini Dampak Invasi China ke Taiwan pada Ekonomi Dunia
Kapal angkatan laut Taiwan terlihat di pelabuhan Keelung, Taiwan, pada Sabtu (6/8). (REUTERS)

AKURAT.CO Kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan pekan ini telah meningkatkan ketegangan antara AS dan China. Para investor pun bertanya-tanya bagaimana eskalasi tersebut akan berdampak pada ekonomi global.

Dilansir dari Barron's, Taiwan memiliki pemerintah sendiri, tetapi diklaim China sebagai miliknya. Statusnya pun menarik AS dan China ke dalam konflik militer yang memaksa seluruh dunia untuk memilih kubu. Konflik semacam itu juga akan mengganggu stabilitas Taiwan sebagai pusat produksi semikonduktor canggih yang membantu menjaga ekonomi digital tetap berjalan dan sangat penting bagi negara adidaya di masa depan.

Di sisi lain, China semakin kesal dengan pola pernyataan para pejabat AS selama 6 tahun terakhir. Negeri Tirai Bambu menganggapnya telah merusak ambiguitas tentang Taiwan selama beberapa dekade. Jaminan dukungan berulang untuk Taiwan yang demokratis dari seseorang berpangkat tinggi seperti Pelosi telah berkontribusi pada reaksi Beijing terhadap kunjungan tersebut, menurut Arthur Kroeber dari Gavekal Research.

baca juga:

Kunjungan tersebut disambut dengan ancaman perang dari Beijing. Tembakan langsung dalam latihan angkatan laut itu lebih dekat daripada tahun 1995-1996, momen ketika Beijing mencoba mencegah terpilihnya Lee Teng-hui yang pro-kemerdekaan sebagai presiden Taiwan. China juga melarang ekspor ke Taiwan, mulai dari pasir hingga buah-buahan.

Sejumlah analis memandang situasinya meningkat menjadi konflik militer yang dapat menimbulkan kerugian besar di kedua belah pihak. Risiko salah perhitungan atau kecelakaan pun dapat memicu meningkatnya risiko semacam itu.

"Tujuan Beijing untuk saat ini adalah pamer kekuatan yang meyakinkan tanpa memprovokasi eskalasi. Mereka belum mau memicu eskalasi karena dapat mengganggu rencana Presiden Xi Jinping untuk Kongres Partai ke-20 musim gugur ini. Namun, dalam jangka panjang, rangkaian peristiwa ini meningkatkan ketegangan dan bisa berarti investor memasuki lingkaran setan yang semakin berbahaya," ungkap Kroeber.

Hindari Serangan Militer dengan Siasat Pencaplokan

Krisis yang mengguncang ekonomi global dapat muncul tanpa serangan militer China. Pemicu besar China untuk beraksi meliputi formalisasi upaya kemerdekaan Taiwan atau upaya untuk mencegah Barat memberikan dukungan militer yang lebih dekat ke Taiwan, menurut Kepala Ekonom Asia Capital Economics Mark Williams.