Olahraga

Kalah dari Argentina, Gelandang Belanda Sebut Messi sebagai Mimpi Buruk 

Kalah dari Argentina, Gelandang Belanda Sebut Messi sebagai Mimpi Buruk 
Lionel Messi dianggap sebagai mimpi buruk Belanda (Instagram/afaseleccion)

AKURAT.CO,Gelandang timnas Belanda memiliki cerita tersendiri dengan kekalahan atas Argentina di Piala Dunia 2022. De Roon membagikan cerita tersebut di akun media sosial Twitter miliknya.

Pada laga di Lusail Stadium, Sabtu (10/12/2022) dini hari wib tersebut, harus ditentukan melalui tendangan 12 pas setelah pada waktu normal dan tambahan waktu kedua tim bermain sama kuat 2-2.

Tim Tango unggul lebih dahulu melalui Nahuel Molina 35' dan Lionel Messi 73' (penalti). Laga sepertinya akan dimenangi Argentina dalam waktu 90 menit. Tapi, Belanda membalas melalui brace Wout Weghorst 83' dan 90+11'.

baca juga:

Pada adu penalti, Belanda 3-4.

Messi sebagai mimpi buruk 

Atas kekalahan timnnya De Roon memiliki pendapatnya. Ia menyebut, striker Argentina Lionel Messi sebagai mimpi buruknya.

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter @Dirono. Seperti di bawah ini kurang lebih artinya.

"Ketika saya masih kecil, saya mendengar ayah saya berbicara tentang mimpi buruk Argentina. Piala Dunia tahun '78. Di waktu saya menjadi pesepakbola, Messi adalah impian setiap pemain. Hari ini, saya bermain melawan mimpi yang menjadi mimpi buruk," tweetnya.

Kalah dari Argentina, Gelandang Belanda Sebut Messi sebagai Mimpi Buruk  - Foto 1
Twitter/Dirono

Messi memang menghantui Tim Oranye pada laga ini. Ia menjadi salah satu pencetak gol di waktu normal, juga menyumbang assist untuk gol pertama Argentina yang dicetak Molina. 

"Selamat untuk Argentina, tapi saya sangat bangga dengan skuad ini," begitu De Roon dalam tweetnya.

Sebagai pengingat. Pada Piala Dunia 1978 Belanda memang harus mengakui keunggulan Argentina pada laga final Estadio Monumental, Buenos Aires. Belanda kalah 1-3 pada laga puncak tersebut dan harus puas menjadi runner-up.

De Roon starting XI 

Sepanjang Piala Dunia 2022, gelandang klub Serie A Atalanta ini tampil sebagai pemain inti sebanyak tiga kali. Diawali pada laga terakhir fase grup melawan Qatar, 16 besar melawan Amerika Serikat, dan ketika melawan Argentina.

Dua laga penyisihan awal, mantan pemain Heerenveen ini masuk sebagai pemain pengganti.

Sementara itu, kegagalan Belanda di turnamen ini kembali membuat mereka semakin sahih dijuluki tim spesialis runner-up saja. Dalam 11 kali partisipasinya, pertama 1934, Tim Oranye tiga kali menjadi runner-up, 1974, 1978, dan 2010.[]