Rahmah

Kala Khutbah Jumat Abu Nawas Bikin Jamaah Terbangun Dari Tidurnya

Pada suatu Jumat, Abu Nawas yang ditunjuk menjadi imam sekaligus khatib untuk memberikan ceramah keagamaan.


Kala Khutbah Jumat Abu Nawas Bikin Jamaah Terbangun Dari Tidurnya
Ilustrasi Abu Nawas (NU Online)

AKURAT.CO Selain dikenal sebagai penyair yang cerdik, seseorang Abu Nawas juga diketahui menjadi mubaligh di desa tempat tinggalnya. Hingga pada suatu Jumat, Abu Nawas yang ditunjuk menjadi imam sekaligus khatib untuk memberikan ceramah keagamaan.

Sesudah mandi dan berpakaian rapih, Abu Nawas kemudian berpamitan dengan istrinya dan segera melangkahkan kakinya menuju masjid. Tak berselang lama, terdengar suara azan berkumandang.

Masyarakat yang beragama muslim, khususnya para kaum adam segera berbondong-bondong menuju masjid dan meninggalkan semua aktivitasnya.  Karena yang bertugas sebagai khatib kali ini adalah Abu Nawas, para jamaah sangat antusias sekali berangkat menuju masjid. Mereka biasanya senang karena ceramah keagamaan yang disampaikan Abu Nawas sangat relevan terhadap isu-isu yang sedang berkembang.

Waktu yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba. Abu Nawas naik ke mimbar dan memulai khutbahnya. Namun belum lama Abu Nawas berkhutbah, Abu Nawas melihat banyak para jamaah yang mengantuk, bahkan sampai tertidur. 

Melihat hal itu, Abu Nawas lalu berteriak, 

"Api api api," ujar Abu Nawas dengan keras. 

Hal tersebut sontak membuat para jamaah terbangun kaget, menoleh kiri dan kanan mendengar teriakan Abu Nawas itu. Sebagian jamaah yang lain ada yang hanya saling pandang saja. 

"Di mana apinya, dimana...," teriak jamaah. 

Abu Nawas yang melihat para jamaah terbangun dan panik, lantas melanjutkan khutbahnya tanpa memperdulikan pertanyaan para jamaah mengenai dimana apinya. 

"Api yang dahsyat di neraka, bagi mereka yang lalai dalam beribadah," kata Abu Nawas dalam khutbahnya. 

Setelah menyampaikan khutbahnya, Abu Nawas segera menutup bagian khutbah kedua dengan lantunan do'a. Setelah itu, Abu Nawas memimpin salat Jumat dengan khusyuk dan diikuti oleh para jamaah. 

Para jamaah tersadar dan masih terngiang-ngiang dengan api neraka yang diucapkan oleh Abu Nawas.

Kesimpulan dari kisah ini adalah sebagai umat Islam hendaknya untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Jangan sampai kita disibukkan dengan urusan duniawi, tetapi lalai dalam beribadah. 

Karena manusia hanya seorang makhluk yang lemah dihadapan Allah SWT. Hanya Allah SWT yang membuat manusia menjadi kuat dan bisa mengerjakan ibadah. []