News

KakanwilkumHAM Harap Aparaturnya Makin Berintegritas dan Junjung Etika Birokrasi

Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM DKI Ibnu Chuldun berharap aparaturnya semakin berintegritas dan menjunjung etika birokrasi dalam tugas pelayanan publik.


KakanwilkumHAM Harap Aparaturnya Makin Berintegritas dan Junjung Etika Birokrasi
KakanwilkumHAM Jakarta Ibnu Chuldun tampil menjadi penguji peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepemimpinan III secara virtual, Selasa (20/4/2021) (Istimewa)

AKURAT.CO, Kepala Kantor Wilayah KemenkumHAM DKI Ibnu Chuldun berharap aparaturnya semakin berintegritas dan menjunjung etika birokrasi dalam tugas pelayanan publik.

Dengan semakin meningkatnya kompetensi kepemimpinan itu, para aparaturnya mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan pada jenjang jabatan struktural eselon III. 

Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi penguji peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepemimpinan III secara virtual yang berasal dari Ditjen Imigrasi, Biro Keuangan Sekretariat Jenderal, Kantor Wilayah dan UPT Pemasyarakatan, Selasa (20/4/2021).

Dia mengatakan, Diklat kepemimpinan yang diselenggarakan oleh BPSDM Hukum dan HAM itu harus mampu melahirkan kepemimpinan dengan karakter kuat. 

"Saya berharap, dengan adanya kegiatan Diklat Kepemimpinan ini mampu membangun karakter dan sikap perilaku pemimpin yang berintegritas, menjunjung tinggi etika birokrasi dan bertanggung jawab dalam pengendalian pelayanan publik di unit kerja masing-masing," katanya dalam Diklat itu. 

Dia mengatakan, Diklat itu juga bertujuan untuk memberikan wawasan, pengetahuan, keahlian, ketrampilan, sikap dan perilaku dalam bidang kepemimpinan aparatur.

Pengetahuan yang mereka dapatkan harusnya melahirkan Inovasi dan dapat diimplementasikan pada unit kerja masing-masing. 

"Sehingga dapat mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan publik," katanya. 

Pada kesempatan itu, ia juga berkesempatan menguji 10 orang peserta yang selanjutnya diberikan waktu untuk mempresentasikan hasil rencana aksi perubahannya.

Rencana aksi perubahan yang dipresentasikan diantaranya optimalisasi layanan informasi satu pintu berbasis online dan mempermudah dan meningkatkan sistem kerja pelaksanaan revisi anggaran berbasis aplikasi revisi online atau dikenal E-Risol. 

"Berikutnya inovasi yang tak kalah menariknya adalah pembentukan Satgas penyelidikan intelijen Keimigrasian. Aplikasi ini dilahirkan karena belum optimalnya penyampaian laporan harian Intelijen dari Kanim seluruh Indonesia ke Direktorat Intelijen Keimigrasian dan belum optimalnya pemetaan kerawanan Keimigrasian yang terbarukan," ujarnya.