News

Kakanwil Kemenkumham Jabar Bantah Lapas Setya Novanto Pakai Gembok Sidik Jari


Kakanwil Kemenkumham Jabar Bantah Lapas Setya Novanto Pakai Gembok Sidik Jari
Tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto saat diwawancara sejumlah jurnalis usai menghadiri sidang pembacaan putusan di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur, Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/4). Dalam putusan yang dibacakan majelis hakim menyatakan bahwa Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto divonis hukuman 15 Tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak, membantah soal gembok ruangan Novel Baswedan di Lapas Sukamiskin, Bandung, memakai gembok mode sidik jari.

"Yang bilang ada sidik jari siapa? Saya kan ada di sana, nggak ada (gembok sirik jari). Ya, nggak ada," kata Liberti di Gedung Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019).

Liberti menjelaskan, bahwa pada saat Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak di Lapas Sukamiskin dan melakukan aksi pemotongan gembok pada setiap lapas, itu karena kunci ruangan lapas berada di satu gantungan. Yang dimana sebanyak 557 kunci berada di satu gantungan tersebut.

"Kalau soal kunci itu, 557 kamar digabung dalam satu tempat, karena saya mau berangkat 11.50 WIB (ke bandara) dari pada capai nyarinya, akhirnya potong saja (gemboknya)," ujar Liberti.

Sebelumnya diberitakan, Ombudsman RI menemukan kejanggalan pada sel terpidana korupsi Setya Novanto di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala, mengatakan pintu sel mantan Ketua DPR itu dikunci dengan gembok sensor sidik jari.[]