
AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) 1 Jakarta kembali menutup perlintasan liar. Terbaru, di Km 12+400 lintas Jatinegara-Bekasi.
Diketahui, perlintasan tersebut merupakan lokasi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Buddy Towoliu tewas, beberapa waktu lalu.
"Ya betul (TKP meninggalnya AKBP Buddy)," ujar Kahumas KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/5/2023).
baca juga:
Adapun perlintasan liar tersebut merupakan pagar pembatas yang telah ditutup oleh pihak KAI, namun kembali dibongkar oleh oknum tak bertanggung jawab.
"KAI Daops 1 Jakarta sangat menyayangkan dan mengecam adanya tindakan masyarakat yang kerap membuat perlintasan liar ataupun membongkar pagar pembatas di area jalur rel, sehingga kerap menyebabkan kecelakaan," ujar Eva.
Ia mengemukakan sejak Januari hingga 14 Mei 2023 telah terjadi sebanyak 77 kejadian orang menabrak kereta api yang tersebar di wilayah Daops 1 Jakarta. Adapun 53 di antaranya meninggal dunia, 20 orang luka ringan, dan empat orang selamat.
Daops 1 Jakarta mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengendara agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel, tidak membuat perlintasan liar untuk melintas dan menggunakan jalur perlintasan resmi serta mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas yang terpasang saat akan melalui perlintasan sebidang jalur rel kereta api.
Selain itu, para pengendara yang akan melalui perlintasan sebidang resmi juga diimbau agar berhati-hati dengan tetap memperhatikan sisi kanan dan kiri saat akan melintas untuk meyakinkan tidak ada kereta api yang akan melewati perlintasan.
Pengendara roda empat juga diimbau untuk membuka kaca jendela saat akan melalui perlintasan sebidang rel agar pandangan dan pendengaran tidak terhalang. Selain itu tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara dan tidak menerobos perlintasan saat sirene sudah berbunyi.
"Minimnya kesadaran pengendara mematuhi aturan di perlintasan sebidang menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan, adapun pengendara yang melalui perlintasan sebidang sudah seharusnya mengikuti aturan untuk keselamatan dan keamanan bersama seperti yang diatur pada perundang-undangan dan peraturan pemerintah," ujarnya pula.
Eva menerangkan, penutupan perlintasan liar merupakan bentuk dukungan untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan serta implementasi UU 23/2007 tentang Perkeretaapian, di antaranya Pasal 91 ayat (1): "Perpotongan antara jalur KA dan jalan dibuat tidak sebidang", Pasal 94 ayat (1): "Untuk keselamatan perjalanan KA dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup".
Kemudian, Pasal 94 ayat (2): "Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pemerintahan atau pemerintah daerah", dan Pasal 124: "Pada perpotongan sebidang (perlintasan) antara jalur KA dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan KA".[]