Lifestyle

KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual, Tak Bisa Naik Kereta Api Lagi

KAI mem-blacklist penumpang yang melakukan pelecehan seksual dalam perjalanan kereta api.


KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual, Tak Bisa Naik Kereta Api Lagi
KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual, Tak Bisa Naik Kereta Api Lagi (Twitter/@Selasarabu_)

AKURAT.CO  Seorang wanita menceritakan pelecehan seksual dari pria yang duduk di sampingnya di Kereta Api (KA) Argo Lawu.

Aksi pelaku pun direkam dan diunggah oleh korban di akun Twitter-nya pada Minggu (19/6/2022).

Dalam video tersebut, dari video tersebut, tangan terduga pelaku terlihat bergerak ke arah korban dan perlahan meraba pahanya.

baca juga:

Terkait hal ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun langsung mengambil langkah tegas terkait peristiwa tersebut.

EVP Corporate Secretary KAI Asdo Artriviyanto mengatakan akan melakukan blacklist terhadap penumpang yang melakukan pelecehan seksual selama dalam perjalanan kereta api menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Termasuk pelaku pelecehan seksual yang sempat viral. 

"Kebijakan ini KAI terapkan untuk memberikan efek jera dan mencegah pelaku melakukan hal serupa di kemudian hari," kata Asdo Artriviyanto dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Selasa (21/6/2022).

Guna mencegah terjadinya kejadian serupa, KAI akan terus melakukan sosialisasi terkait konsekuensi melakukan pelecehan seksual serta  ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang kekerasan seksual, baik dalam KUHP maupun UU No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual melalui berbagai media serta pengumuman di stasiun dan selama dalam perjalanan.

Adapun Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam KUHP maupun UU No 12 Tahun 2022  mengatur mengenai perbuatan seseorang yang dengan maksud merendahkan harkat dan martabat seseorang diancam dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). 

Petugas akan mengingatkan pentingnya menjaga kesantunan terhadap sesama penumpang, serta konsekuensi terhadap tindakan pelecehan seksual.

Tak lupa, petugas KAI juga akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan agar pelaku tidak memiliki kesempatan untuk melakukan aksinya. Selain itu, penumpang diimbau untuk segera melaporkan perilaku yang membuat tidak nyaman.

"Semoga berbagai langkah yang KAI lakukan dapat terus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan selama menggunakan layanan KAI," tutup Asdo.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mendukung tindakan tegas dari KAI.

Menurutnya, keputusan tersebut bakal memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan seksual di transportasi umum.

"Pihaknya mendukung KAI yang akan melakukan blacklist kepada pelaku melalui NIK yang bersangkutan.  KAI juga diharapkan berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Komnas Perempuan," pesan Djoko Setijowarno.