Olahraga

Kaesang: Ajarin Kami Meminta KLB, Maaf Kami Anak Baru

Kaesang: Ajarin Kami Meminta KLB, Maaf Kami Anak Baru
Deretan potret terbaru Kaesang Pangarep bersama Persis Solo (Instagram/official.persissolo)

AKURAT.CO, Pemilik Persis Solo yang merupakan putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, merespons argumen PSSI yang mengatakan bahwa Kongres Luar Biasa hanya bisa dilakukan berdasarkan kesepakatan pemilik suara.

Sebagai salah satu pemilik suara, Kaesang mengajukan diri untuk memulai usulan melakukan KLB.

Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan memberi rekomendasi agar PSSI menggelar KLB dan Ketua Umum mundur dari kursinya.

baca juga:

Hanya saja, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ahmad Riyadh, menyatakan bahwa federasi menolak rekomendasi itu.

"Pemerintah lewat Menpora Zainudin Amali sudah berbicara. KLB itu urusan antara PSSI dengan FIFA. Pemerintah tidak bisa ikut campur," kata Ahmad Riyadh ke media.

"Tidak ada KLB. Tahun depan juga sudah KLB, sesuai jadwalnya saja, sebab yang berhak minta KLB adalah anggota kami (voters)," ujar Riyadh menambahkan.

Persiapan KLB memerlukan waktu yang tidak sebentar. Setidaknya harus dibentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP), sebelum menggelar KLB.

Hal itu dinilai Ahmad Riyadh buang-buang waktu saja. Sebab, KLB empat tahunan juga sudah dipastikan akan digelar tahun depan, seiring dengan masa jabatan periode ini.

"Jika ada anggota PSSI meminta KLB pada besok, lusa, ataupun bulan depan, itu harus dibicarakan lebih dulu, tidak bisa langsung."

"Sebab, KLB kan ada tahapannya, ada caranya, tapi tetap berasal dari anggota," tegas Ahmad Riyadh kepada awak media.

Mendengar pernyataan tersebut, CEO Persis Solo, Kaesang Pangarep angkat bicara. Sebagai salah satu voter, ia siap mengajukan untuk menggelar KLB PSSI.

Kaesang Pangarep, Voter Pertama yang Ajukan KLB

Sebagaimana diketahui, Kaesang Pangarep adalah salah satu pihak yang getol bersuara dan mengkritik kebijakan PSSI yang dinilai tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat.

Seperti dalam Tragedi Kanjuruhan, saat banyak pihak yang meminta Ketua Umum PSSI mundur, Kaesang juga ikut 'menyentil' agar pejabat PSSI ikut bertanggung jawab.

Bahkan ketika PSSI menolak KLB karena harus diusung oleh voters, Kaesang jadi orang pertama dari pihak klub Liga 1 yang berani mengajukan untuk mewujudkan KLB.

"Pak, ijin tolong ajarin kami untuk meminta KLB. Maaf, kami anak baru di dunia sepak bola," tulis Kaesang di laman Twitter-nya.

"Apakah kami perlu kirim surat resmi menggunakan kop surat perusahaan ke PSSI?" tambah anak ketiga dari Presiden Joko Widodo tersebut, menyentil PSSI.

"Tapi apa kami yang cuma satu voter ini sudah cukup?" lanjut Kaesang lagi, sebab PSSI bisa saja berdalih jika suara Kaesang saja belum cukup untuk menggelar KLB.

Pernyataan Kaesang Pangarep ini langsung disukai oleh ribuan orang. Lewat komentar, mereka juga menyatakan dukungan agar Kaesang bisa mewujudkan KLB PSSI.

Bahkan, ada beberapa pihak yang turut menyuarakan bahwa Kaesang Pangarep cukup layak untuk menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menggantikan Moch. Iriawan.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com