News

Kadiv Pengawasan BEI Diperiksa Dugaan Penyelewengan Dana Asabri

Saksi yang diperiksa berinisial LMP selaku Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI). 


Kadiv Pengawasan BEI Diperiksa Dugaan Penyelewengan Dana Asabri
Leonard Eben Ezer (AKURAT.CO/Ainurrahman)

AKURAT.CO, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa seorang saksi terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT  Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung  Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan, saksi yang diperiksa berinisial LMP selaku Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI). 

"Saksi diperiksa terkait Pengawasan BEI atas transaksi beberapa saham (investasi saham PT. Asabri) yang masuk dalam kategori Unusuall Market Activity (UMA) dan suspensi," kata Leo di Kejagung, Selasa (11/5/2021).

Pemeriksaan saksi, ahli, dan tersangka, kata Leo, dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

Dalam kasus ini, penyidik telah menyerahkan berkas 9 tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum untuk diteliti. Namun Jaksa Peneliti masih mengembalikan berkasnya untuk dilengkapi lagi mengenai kelengkapan syarat formal maupun kelengkapan syarat materiil.

Adapun kronologinya, yakni dalam kurun waktu tahun 2012 sampai dengan tahun 2019, PT Asabri (Persero) telah melakukan penempatan investasi dalam bentuk pembelian saham maupun produk Reksa Dana kepada pihak-pihak tertentu.

Penempatan investasi ini dilakukan melalui sejumlah nominee yang terafiliasi dengan Bentjok dan Heru Hidayat tanpa disertai dengan analisis fundamental dan analisis teknikal serta hanya dibuat secara formalitas.

Direktur Utama, Direktur Investasi dan Keuangan, Kepala Divisi Investasi sebagai pejabat yang bertanggung jawab di PT Asabri (Persero) justru melakukan kerja sama dengan Bentjok dan Heru Hidayat dalam pengelolaan dan penempatan investasi PT Asabri (Persero) dalam bentuk saham dan produk Reksa Dana yang tidak disertai dengan analisis fundamental dan analisis teknikal.

"Investasi tersebut melanggar ketentuan Standar Opersional Prosedur (SOP) dan Pedoman Penempatan Investasi yang berlaku pada PT Asabri (Persero)," ungkap Leo.

Atas dasar tersebut, diduga terdapat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh direktur utama (Dirut), direktur investasi dan keuangan, kepala divisi investasi yang menyetujui penempatan investasi PT Asabri (Persero) tanpa melalui analisis fundamental dan analisis teknikal.

Penempatan investasi tersebut hanya berdasarkan analisa penempatan Reksa Dana yang dibuat secara formalitas, bersama-sama dengan Bentjok selaku Direktur PT Hanson Internasional, Heru Hidayat selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra, Lukman Purnomo (LP) selaku Direktur PT Eureka Prima Jakarta Tbk, SJS selaku Konsultan, ES selaku nominee, RL selaku Komisaris Utama PT Fundamental Resourches dan Beneficiary Owner, dan B selaku nominee BTS saham SUGI melalui nominee ES.

Ulah tersebut mengakibatkan adanya penyimpangan dalam investasi saham dan Reksa Dana PT Asabri dan mengakibatkan kerugian sebesar Rp23,7 triliun lebih. []

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu