Entertainment

Kadir Curhat Merasa Malu Saat Isi Bensin di SPBU

Kisah ini dia bagikan saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Deddy Corbuzier bersama Doyok.


Kadir Curhat Merasa Malu Saat Isi Bensin di SPBU
Kadir dan Doyok di podcast Deddy Corbuzier. (YouTube/Deddy Corbuzier)

AKURAT.CO, Kadir, pelawak senior Tanah Air itu berbagi kisah hidupnya ketika menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier. Pria kelahiran 3 September 1951 itu telah merasakan asam garam kehidupan.

Pernah merasakan masa-masa kejayaan, Kadir mengaku dirinya kala itu mengikuti perkembangan pasar otomotif.

"Dulu saya masih ada duit, Doyok juga, mobil baru harganya berapa? Dulu paling standar 300 (juta) 400 (juta) lah ya. Mewah. Mesti beli," tutur Kadir dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier, Kamis (30/06).

baca juga:

Beliau membeberkan beberapa merk mobil seperti BMW, Honda Genio dibelinya. Namun, semua berubah ketika dirinya harus menjual satu persatu aset yang dimiliki demi menyambung hidup. Sehingga dirinya hanya mampu menggunakan mobil yang sederhana.

"Saya ke mana-mana pakai Karimun, santai saya, dan tidak malu. Malunya kalau beli bensin, pasti ditegur sama petugas SPBU, 'eh Om Kadir, yalah mobilnya'. Bayangin kalau beli bensin bingung Ded," ungkapnya sambil tertawa.

Jelang akhir obrolan Kadir memberikan wejangan kepada anak muda untuk pandai menabung. Lalu investasi sebanyak-banyaknya, ia memberi contoh investasi tanah sudah cukup.

"Kalau bisa ada kerjaan sampingan. Jadi, kita ini orang laki hiburannya adalah kerja," sarannya.

Dalam podcast yang sama, Kadir menceritakan di tahun 2001-2002 dirinya kena serangan jantung. Terdapat penyumbatan pembuluh darah, sehingga diharuskan pasang ring.

Timbul perasaan takut karena teringat kisah seseorang, ia mundur dari meja operasi. Setelahnya, Kadir berhenti bekerja karena tidak kuat.

Selama lima tahun ia mencari alternatif dan tidak bekerja. Akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup harta bendanya mulai dijual.

"Jual rumah satu, udah, 'kok habis lagi'. Enggak sampai setahun habis dan mati kutu saya. Sampai-sampai mobil kreditan saya mau ditarik. Akhirnya jual lagi satu (rumah)," ungkap Kadir.

Akhirnya setelah sekian lama, dia mau menjalani proses pemasangan ring jantung. Kemudian, Kadir dan sang istri mulai menekuni dunia bisnis kuliner sembari memulai kembali tampil sebagai pelawak.

Ia bersyukur bisnis kulinernya ini bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Mulai dari bayar listrik hingga bayar cicilan kredit.[]