News

Kader Banteng vs Barisan Celeng, Pengamat Wanti-wanti PDIP, Mohon Disimak Sebelum Terlambat

Kader Banteng vs Kader Celeng, Pengamat : Kalau Tidak segera Diantisipasi Akan Rugikan PDIP


Kader Banteng vs Barisan Celeng, Pengamat Wanti-wanti PDIP, Mohon Disimak Sebelum Terlambat
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin (Dok. AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyorot perbedaan pandangan di internal PDI Perjuangan sehingga muncul istilah kader banteng dan barisan celeng.

Menurut Ujang, adanya gap antara elite dan grassroot  di internal PDIP membuat memunculkan perbedaan pandangan terkait siapa yang harus diusung dalam Pilpres 2024.

Di sisi lain, Ujang yakin PDIP sudah bulat akan mengusung Puan Maharani sebagai capres/cawapres di Pilpres 2024, sekalipun terjadi gesekan di internal partai.

"Kalau memang saya melihat ini dan menganalisa bahwa PDIP sudah punya calon (yaitu) mbak Puan. Dan mbak Puan itu akan dipasangkan entah capres atau cawapres. Dan ini bertolak belakang dengan aspirasi yang di bawah, terutama aspirasi pendukung Ganjar yang menginginkan Ganjar jadi capres," kata Ujang saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Ujang menduga relawan Ganjar langsung mendeklarasikan diri dukung Gubernur Jawa Tengah itu karena memiliki elektabilitas lebih tinggi ketimbang Puan. Hal ini yang kemudian menjadi titik permasalahan.

"Mungkin pendukung Ganjar menilai Puan itu elektabilitasnya rendah, sementara Ganjar lebih tinggi maka harunsya yang dicalonkan itu Ganjar. Ini yang sebenarnya menjadi kerangka persoalan karena di saat yang sama (dengan pencalonan Puan) sudah ada kader lain (yaitu) Ganjar yang muncul," tuturnya.

Menurut Ujang perbedaan pandangan tersebut perlu diantisipasi sebelum menimbulkan kerugian bagi PDIP.

Seperti diketahui sebelumnya, polemik kader bangeng vs barisan celeng memanas akibat perbedaan pandangan antara beberapa kader dan elite PDIP yang menginginkan Puan Maharani diusung di Pilpres 2024. Sementara anggota partai dan simpatisan PDIP yang lain menginginkan Guberner Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang diusung PDIP.

Polemik banteng versus celeng berawal dari  kader PDIP, Albertus Sumbogo, yang mendeklarasikan kelompok relawan Seknas Ganjar Indonesia.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo, Jawa Tengah itu mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024. Baru-baru ini, Ketua DPD PDIP Jateng Bambang 'Pacul' Wuryanto melabeli "celeng" bagi pengurus dan oknum PDIP yang mendeklarasikan diri mendukung Ganjar Pranowo maju Pilpres 2024.

Dari kedua permyataan tersebut, julukan kader banteng vs barisan celeng menjadi bahan perdebatan, baik dalam kalangan internal PDIP maupun eksternal.[]