News

Kacau! Wali Kota Ottawa Kanada Nyatakan Status Keadaan Darurat, Ada Apa?

Ibu kota Kanada dikepung aksi protes sopir truk terhadap mandat vaksin Covid-19, sedangkan polisi kalah jumlah.

Kacau! Wali Kota Ottawa Kanada Nyatakan Status Keadaan Darurat, Ada Apa?
Demonstrasi 'Konvoi Kebebasan' yang digelar para sopir truk di Kanada selama sepekan terakhir telah melumpuhkan Ottawa. (Foto: Associated Press) ()

AKURAT.CO Status keadaan darurat diberlakukan di Ottawa, Kanada, menyusul aksi protes para sopir truk lebih dari sepekan terhadap pembatasan Covid-19. Menurut Wali Kota Jim Watson, situasinya benar-benar di luar kendali lantaran jumlah demonstran melebihi polisi. Aksi unjuk rasa itu pun dinilai mengancam keselamatan dan keamanan warga.

Dilansir dari BBC, demonstrasi sopir truk telah melumpuhkan pusat Kota Ottawa lantaran kendaraan mereka dan tenda menghalangi jalan. 'Konvoi Kebebasan' ini digelar untuk menentang persyaratan pemerintah yang mewajibkan sopir truk divaksin Covid-19.

Menurut Watson, kelakuan para demonstran semakin tak peka dengan terus-menerus membunyikan klakson dan sirene, menyalakan kembang api, serta mengubahnya menjadi sebuah pesta.

baca juga:

"Jelas, kami kalah jumlah dan kami kalah dan pertarungan ini. Ini harus dibalik. Kami harus mendapatkan kembali kota kami," tekadnya.

Associated Press

Wali Kota tak membeberkan secara spesifik tindakan apa yang akan diterapkannya. Namun, menurut polisi pada Minggu (6/2), mereka akan meningkatkan penegakan hukum, termasuk kemungkinan penangkapan mereka yang berusaha mendukung para demonstran.

Status darurat pun akan memberi kota kekuatan tambahan, termasuk akses ke peralatan yang dibutuhkan oleh garda depan dan layanan darurat. Menurut pernyataan otoritas kota, status darurat ini mencerminkan bahaya dan ancaman serius terhadap keselamatan dan keamanan penduduk yang ditimbulkan oleh demonstrasi yang sedang berlangsung dan menyoroti perlunya bantuan dari yurisdiksi dan tingkat pemerintah lain.

Sementara itu, banyak warga Ottawa yang keberatan dengan demonstrasi tersebut. Mereka mengeluhkan truk yang menghambat lalu-lintas, bangunan kayu sementara di taman kota, hingga kehilangan pendapatan dan kekhawatiran akan pelecehan, bahkan kekerasan. Polisi pun khawatir konvoi itu akan disusupi para ekstremis.

Di sisi lain, seorang demonstran bernama Kimberly Ball membela aksi protes itu demi kebebasan mereka.

"Sejumlah orang yang kita kenal, teman-teman, kehilangan pekerjaan karena mandat ini," keluhnya.

Associated Press

Ia pun mengaku khawatir tentang keamanan dan efektivitas vaksin Covid-19. Namun, kebanyakan warga Kanada mendukung mandat vaksin tersebut. Hampir 83 persen dari populasi yang memenuhi syarat telah divaksin dosis lengkap.

Gerakan Konvoi Kebebasan dipicu oleh mandat bagi sopir truk untuk divaksin Covid-19 ketika melintasi perbatasan Amerika Serikat (AS)-Kanada. Penyelenggara pun telah berjanji untuk memprotes secara damai dan menghormati secara damai. Namun, mereka juga bertekad untuk bertahan 'selama yang diperlukan'.

Para demonstran lantas berkumpul di pusat Kota Ottawa, dekat Gedung Parlemen. Tuntutan mereka berkembang dari mencabut mandat vaksin menjadi mengakhiri semua mandat semacam itu secara nasional dan menentang pemerintah Perdana Menteri Justin Trudeau.

Menurut jajak pendapat oleh Abacus Data baru-baru ini, 68 persen warga Kanada tak sependapat dengan para demonstran, sedangkan 32 persen lainnya merasa punya banyak kesamaan dengan para sopir truk tersebut.[]