News

Kacau! Bom Bunuh Diri Targetkan Pelajar di Lingkungan Minoritas Hazara di Kabul, 23 Tewas

Kacau! Bom Bunuh Diri Targetkan Pelajar di Lingkungan Minoritas Hazara di Kabul, 23 Tewas
Pejuang Taliban berjaga-jaga ketika warga berusaha mencari kerabat di luar sebuah rumah sakit di Kabul, Jumat (30/9), menyusul ledakan di sebuah pusat pembelajaran di ibukota Afganistan (AFP/Getty Images)

AKURAT.CO Serangan bom bunuh diri mengguncang sebuah pusat pendidikan di Kabul, menewaskan sedikitnya 23 orang, dengan sebagian besar korban diyakini adalah perempuan muda. 

Abdu Ghayas Momand, seorang dokter dari Rumah Sakit Ali Jinah, tempat beberapa korban dibawa, mengonfirmasi laporan itu. Ia membenarkan info bahwa 23 orang telah terbunuh, sementara 36 lainnya menderita luka-luka.

Insiden itu menjadi tanda terbaru dari memburuknya situasi keamanan di ibu kota Afganistan, yang kini dikuasai kelompok Taliban.

baca juga:

Ledakan terjadi pada hari Jumat (30/9) di pusat pendidikan Kaaj, di lingkungan yang didominasi Hazara – sebuah kelompok etnis minoritas yang telah lama menghadapi penindasan.

Ledakan pertama terjadi pada pukul 7.30 pagi waktu setempat, saat para siswa sedang mengikuti ujian masuk universitas praktik, kata Juru Bicara Polisi Kabul Khalid Zadran.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Seorang saksi  mata bernama Taiba Mehtarkhil, sementara itu, mengungkap bahwa banyak dari korban adalah wanita muda. Mehtarkhil mengaku telah pergi ke pusat pendidikan tersebut saat mendengar berita tentang serangan. Ia pun berusaha mencari temannya, tapi yang disaksikannya hanyalah adegan 'kekacauan dan keputusasaan'.

"Saya melihat orang tua, anggota lain dari keluarga siswa Kaaj, berteriak dan berlari ke sana kemari. Beberapa berusaha mendapatkan perawatan medis darurat untuk orang yang mereka cintai dan beberapa lainnya mencari putra dan putri mereka."

"Saya melihat sekitar 20 orang terbunuh dan banyak lagi yang terluka dengan mata kepala sendiri," kata Mehtarkhil, merujuk Kaaj sebagai nama dari institusi pendidikan yang jadi target.

Diketahui selanjutnya bahwa teman Mehtarkhil selamat dari serangan karena dia terlambat dan belum mencapai ruang kelas ketika ledakan terjadi.

Kacau Bom Bunuh Diri Targetkan Pelajar di Lingkungan Minoritas Hazara di Kabul, 23 Tewas - Foto 1
 Seorang wanita tiba dengan sepeda motor untuk mencari kerabat di sebuah rumah sakit di Kabul setelah ledakan mengguncang sebuah pusat pendidikan di ibukota Afganistan, Jumat (30/9)-AFP/Getty Images

Saksi mata lain adalah seorang warga berusia 20 tahun yang tidak mau disebutkan namanya karena alasan keamanan. Ia mengatakan kepada CNN bahwa dia hanya berada sekitar 20 langkah dari gerbang ketika bom meledak dan melemparkannya ke tanah.

"Ketika saya masuk ke dalam, saya melihat banyak teman sekelas saya berlumuran darah. Saya menemukan bahwa ledakan itu terjadi di dalam kelas saya."

"Saya dalam kondisi syok. Saya hanya bisa meneriakkan nama teman-teman saya dan mencari mereka. Saya menemukan beberapa dari mereka masih hidup, tetapi bukan teman terdekat saya yang berusia 19 tahun, dan gadis paling cerdas di kelas kami," ucap saksi mata sambil menangis.

Ruang kelas milik saksi mata adalah yang terbesar di pusat pendidikan itu. Biasanya, kelas itu menampung sekitar 500 siswa laki-laki dan perempuan, katanya.

"Mengerikan, saya masih syok, rasanya seperti mimpi buruk. Serangan itu membunuh banyak kawan dan teman sekelas saya yang tersayang. Saya ingin dunia tidak memperlakukan ini sebagai berita biasa lainnya. Saya ingin dunia tahu rasa sakit yang kita alami saat ini. Saya benar-benar hancur," ujar saksi mata tersebut.

Kengerian yang sama juga ditunjukkan oleh video yang diposting online dan foto yang diterbitkan oleh media lokal, Al Arabiya melaporkan. Dalam gambar itu, para korban  yang berlumuran darah dibawa pergi dari tempat kejadian. Ada pula foto para pelajar berlarian dalam kepanikan, dan rekaman orang-orang yang bersedih melihat beberapa siswa tergeletak tak  berdaya.

Kacau Bom Bunuh Diri Targetkan Pelajar di Lingkungan Minoritas Hazara di Kabul, 23 Tewas - Foto 3
 Serangan itu terjadi pada Jumat (30/9) pagi waktu setempat, saat para siswa sedang melaksanakan ujian- Twitter via Al Arabiya

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid telah mengutuk serangan itu dalam sebuah postingan yang diunggah di Twitter pada Jumat.

"Imarah Islam Afganistan menyebut serangan terhadap pusat pelatihan Kaj di distrik ke-13 Kabul sebagai kejahatan besar. Kami sangat mengutuknya, dan menyatakan simpati terdalam kepada keluarga korban insiden ini. Langkah-langkah serius akan diambil untuk menemukan dan menghukum para pelaku," katanya

UNICEF mengatakan bahwa pihaknya terkejut dengan serangan 'mengerikan' tersebut.

"Tindakan keji ini telah merenggut nyawa puluhan remaja perempuan dan laki-laki dan melukai banyak lagi," katanya. “Kekerasan di dalam atau di sekitar lembaga pendidikan tidak pernah dapat diterima. Tempat-tempat seperti itu harus menjadi surga damai di mana anak-anak dapat belajar, bersama teman-teman, dan merasa aman saat mereka membangun keterampilan untuk masa depan mereka.”

Amerika Serikat (AS) juga telah memberi pernyataan, menyebut bahwa Washington 'sangat mengutuk serangan tersebut'.

"Menargetkan ruangan yang penuh dengan siswa yang mengikuti ujian itu memalukan; semua siswa harus dapat menempuh pendidikan dengan damai dan tanpa rasa takut," tulis Kuasa Usaha Misi AS untuk Afganistan.

Sejak Taliban menguasai Afganistan pada Agustus 2021, telah terjadi beberapa serangan terhadap komunitas Hazara.

Negara Islam Provinsi Khorasan sebelumnya telah mengeklaim bertanggung jawab atas 13 serangan terhadap Hazara. Kelompok ini juga dikaitkan dengan tiga serangan lain, yang menewaskan dan melukai sedikitnya 700 orang, menurut Kelompok Hak Asasi Manusia.

"Pihak berwenang Taliban tidak berbuat banyak untuk melindungi komunitas-komunitas ini dari bom bunuh diri dan serangan tidak sah lainnya atau untuk memberikan perawatan medis yang diperlukan dan bantuan lain kepada para korban dan keluarga mereka," tambah laporan itu.

Serangkaian serangan di Kabul juga telah merenggut puluhan nyawa dalam beberapa pekan terakhir.

Awal bulan ini, dua pegawai kedutaan Rusia termasuk di antara enam orang yang tewas dalam ledakan bunuh diri di dekat kedutaan Rusia. Kemudian pada Agustus, sebuah ledakan mengguncang sebuah masjid di tengah warga yang sedang salat malam. Serangan ini membunuh sedikitnya 21 orang dan melukai 33 lainnya. []