Lifestyle

Kacang Bisa Picu Jerawat? Ini Faktanya!

Kacang Bisa Picu Jerawat? Ini Faktanya!
Kacang Mete (CASHEW PHOTOGRAPHY)

AKURAT.CO, Selama ini, kita sering mendengar jika mengonsumsi kacang bisa menimbulkan jerawat. Benarkah?

Pada dasarnya, jerawat muncul karena folikel rambut tersumbat oleh campuran sel kulit mati, kotoran dan sebum. Dalam kondisi tersebut, bakteri pun terperangkap dalam pori-pori yang akhirnya menghasilkan asam pemicu iritasi biang jerawat. Selain itu, jerawat juga bisa dipengaruhi oleh hormon.

Jerawat paling banyak muncul menjelang menstruasi dan saat hamil, remaja yang sedang puber. Sebab, pada masa-masa itulah terjadi perubahan hormon dalam tubuh wanita. Namun, masalah kulit yang satu ini tetap bisa menyerang siapapun tanpa memandang usia.

Sejumlah penelitian membuktikan jika makanan juga dapat memicu munculnya jerawat, seperti gula dan susu. Nah, bagaimana dengan kacang?

Sebenarnya, kacang mengandung banyak vitamin yang bisa membantu menghilangkan jerawat, seperti vitamin A, vitamin B3 dan B6, vitamin C dan vitamin E, serta Chromium dan Selenium. Tak hanya mengatasi jerawat, komponen tersebut dapat membantu tubuh untuk melawan radikal bebas dan membuat kulit menjadi lebih sehat.

Kacang-kacangan seperti walnut, juga mengandung banyak lemak omega-3 yang sangat berfungsi kuat melawan peradangan. Ada pula kacang mete yang mengandung selenium dan zinc yang dapat membantu menyamarkan noda di wajah dan meremajakan kulit.

Namun, Dr. Yoram Harth, MD, mengatakan jika kacang mengandung androgen yang bisa meningkatkan produksi minyak dan menimbulkan jerawat. Tak semua kacang menghasilkan androgen. Kacang mete dan almond terbukti tidak memiliki pengaruh apapun pada hormon androgen.

Hingga saat ini, memang belum ada penelitian lebih lanjut apakah kacang menyebabkan jerawat atau tidak. Hanya saja sejumlah pakar menyebut bahwa alasan utama mengapa kacang disebut dapat menyebabkan jerawat adalah aktivitas sistem pencernaan setelah mengonsumsi makanan ini.

Kacang diketahui mengandung lemak dan protein tinggi yang membuat tubuh kesulitan untuk mengolahnya. Apabila sistem pencernaan melambat, tubuh akan langsung memproduksi antibodi untuk mengatasi masalah ini.

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu