News

Kabupaten Mukomuko Alami Kehabisan Alat Tes Usap

Dinkes Mukomuko menyatakan telah kehabisan alat tes usap sejak dua hari lalu


Kabupaten Mukomuko Alami Kehabisan Alat Tes Usap
Warga menjalani tes swab (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir kehabisan peralatan berupa “virustransport medis” (VTM) untuk melakukan tes usap (swab) terhadap orang yang suspect COVID-19 maupun yang kontak erat dengan pasien virus corona.

“Sejak beberapa hari ini kami tidak melakukan tes usap terhadap warga di wilayah ini karena VTM di dinas ini sedang habis,” kata Petugas Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Bara Lendra dalam keterangannya di Mukomuko, Sabtu (23/01/2021).

Ia mengatakan, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat terakhir kali melakukan tes usap terhadap sebanyak 29 orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Bukit Mulya, Rabu (20/01/2021).

Ke-29 orang mengikuti tes usap di wilayah kerja Puskesmas Bukit Mulya di Kecamatan Penarik tersebut berasal dari berbagi wilayah setempat dan dari kecamatan lainnya.

Ia mengatakan, instansinya menunggu bantuan VTM dari pemerintah provinsi untuk melakukan tes usap terhadap orang yang “suspect” COVID-19 dan kontak erat dengan pasien virus corona.

“Kita sudah sampaikan usulan alat untuk melakukan tes usap atau VTM kepada pemerintah provinsi, kemungkinan dalam waktu dekat ini pengirimannya ke daerah ini,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko rutin mendapatkan bantuan peralatan untuk melakukan tes usap COVID-19 berupa “virustransport media” (VTM) dari pemerintah provinsi setempat.

Dinas Kesehatan setempat Kabupaten menyebutkan jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di daerah ini kembalil bertambah sebanyak 34 orang sehingga totalnya menjadi 441 orang.

Penambahan 34 kasus tersebut tersebar di empat kecamtan, yakni sebanyak 24 dari kecamatan Air Manjuto, tujuh orang dari Kecamatan XIV Koto, dua kasus dari Kecamatan Kota Mukomuko dan satu kasus Kecamatan V Koto.[]

Sumber: ANTARA