Ekonomi

Kabar Tidak Enak Bagi Emak-emak, Harga Cabai Di Jakarta Alami Kenaikan

Kabar Tidak Enak Bagi Emak-emak, Harga Cabai Di Jakarta Alami Kenaikan
Pedagang menata cabai merah di Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru), harga kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan. Meskipun ini merupakan hal yang lumrah terjadi jelang perayaan keagamaan, namun tetap harus diantisipasi.

Pj Gubernur DKI, Heru Budi Hartono melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/12/2022). Sidak ini dilakukan Heru untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga pangan atau sembako menjelang Nataru.

Heru sempat berdialog dengan salah seorang pedagang bernama Diki Alamsyah. Kepada Heru, Diki mengungkapkan harga cabai rawit saat ini naik menjadi Rp 45.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya, harga cabai rawit merah masih berkisar Rp 30.000 perkilogram

baca juga:

“Kenaikan ini karena faktor cuaca,” ucap Diki kepada Heru.

Heru memastikan, stok pangan menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 akan aman. Bahkan, stok pangan dikatakan akan aman hingga Maret 2023.

“Insya Allah stabil sampai akhir tahun, bahkan sampai Maret. Sudah dibilang stok terkendali ada beberapa kenaikan tetapi di bawah tahun lalu” ucap Heru.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai merah besar mengalami kenaikan sebesar 0,91 persen atau Rp350 menjadi Rp38.700 per kilogram. Meski demikian, PIHPS mencatat, harga cabai rawit merah, cabai rawit hijau, dan cabai merah keriting mengalami penurunan. []