News

Kabar Terbaru Kasus Kerumunan Cafe Hollywings, Polisi Tetapkan Tersangka

Polda Metro Jaya telah menetapkan tersangka kerumunan cafe Holiwings


Kabar Terbaru Kasus Kerumunan  Cafe Hollywings, Polisi Tetapkan Tersangka
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (Istimewa)

AKURAT.CO, Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya menetapkan seorang tersangka kasus dugaan tindak pidana kerumunan di Cafe Hollywings.

Holywing Kemang sebelumnya digerebek aparat kepolisian pada 4 September 2021 lalu. Cafe Holywings Kemang dirazia karena terdapat kerumunan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mangatakan, seorang yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial JAS, manajer Outlet Cafe Holliwngs, Kemang, Jakarta Selatan.

"Berdasarkan hasil penyidikan. Setelah dari sidik ke lidik. Ditetapkan satu orang tersangka inisial JAS. Manajer Holywing. Sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (17/9/2021).

JAS ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar Undang Undang wabah penyakit. Selain itu, JAS juga telah tiga kali melanggar aturan.

"JAS sudah tiga kali diberi sanksi. Dia juga tidak memiliki scane QR barcode PeduliLindungi, yang kewajibannya disiapkan masing-masing kafe, mall dan restoran. Harus ada barcode QR PeduliLindungi untuk pastikan orang-orang yang masuk itu yang sudah divaksin," jelasnya.

Sebelum menetapkan tersangka, Polda Metro Jaya telah memeriksa 26 orang saksi.

Polisi juga meminta keterangan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan. Hasilnya, Holywings Kemang sudah tiga kali melanggar protokol kesehatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada Februari Maret 2021.

Berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan COVID-19 pelaku usaha, pengelola, atau penyelenggara usaha yang melanggar protokol kesehatan bisa dikenakan sanksi administratif mulai dari teguran tertulis, penghentian sementara, denda administratif, pembekuan sementara izin, hingga pencabutan izin.

"Mengacu pada Peraturan Daerah No 2 Tahun 2020, sanksi yang dikenakan kepada Holywings ialah pembekuan sementara izin beraktivitas secara operasional, izinnya kita bekukan, tetap dibekukan hingga Jakarta turun level PPKM," ujar Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin di Jakarta, Selasa (7/9).[]