News

Kabar Gembira! WHO Ungkap Penurunan Kasus Cacar Monyet hingga 21 Persen

Kabar Gembira! WHO Ungkap Penurunan Kasus Cacar Monyet hingga 21 Persen
Seorang apoteker memberikan dosis Imvanex, vaksin untuk melindungi tubuh dari virus cacar monyet, di apotek di Lille, Prancis utara, 10 Agustus 2022 (Foto: AFP/Francois Lo Presti)

AKURAT.CO Kabar gembira, kasus monkeypox atau cacar monyet pada minggu lalu, telah turun hingga seperlimanya. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan perkembangan positif itu pada Kamis (25/8), menyebut penurunan terjadi bersamaan dengan anjloknya kasus infeksi cacar monyet di Eropa.

Kendati demikian, di Amerika, wabah penyakit langka itu dikatakan sedang melalui tahap 'penularan intens'.

baca juga:

WHO pun telah membunyikan alarm untuk Amerika Latin pada khususnya. Badan PBB itu menunjuk pada kurangnya kesadaran dan langkah-langkah kesehatan masyarakat di sana, dalam mengendalikan penyebaran virus cacar monyet.

Lonjakan infeksi cacar monyet telah dilaporkan sejak awal Mei di luar negara-negara Afrika, di mana penyakit itu telah lama menjadi endemik. Hingga pada 24 Juli, WHO mengumumkan tingkat alarm tertingginya, mengklasifikasikan penyakit menular itu sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC). Diketahui selain cacar monyet, Covid-19 dan polio juga telah dimasukkan dalam kategori PHEIC.

Menurut dasbor WHO,  pada tahun ini, sudah ada 45.355 kasus hingga 15 kematian, dengan kasus telah dilaporkan oleh setidaknya 96 negara.

Kasus cacar monyet dilaporkan sempat meningkat selama empat minggu berturut-turut. Namun, setelahnya, terjadi penurunan. Dibanding dua minggu sebelumnya, jumlah kasus baru pada minggu lalu, berhasil anjlok 21 persen. Tercatat pada minggu lalu, kasus yang dilaporkan adalah 5.213. Sementara tujuh hari sebelumnya, jumlah infeksi yang dilaporkan mencapai 5.907 kasus.

"Pada tahap awal wabah, sebagian besar kasus yang dilaporkan terjadi di Eropa, dengan proporsi yang lebih kecil terjadi di Amerika.

"Sekarang, itu terbalik. Kurang dari 40 persen kasus dilaporkan di Eropa, dan 60 persen di Amerika, yang saat ini mengalami peningkatan tajam.

"Ada tanda-tanda bahwa wabah telah melambat di Eropa, di mana kombinasi langkah-langkah kesehatan masyarakat yang efektif, perubahan perilaku dan vaksinasi membantu mencegah penularan.

"Namun, di Amerika Latin khususnya, kesadaran yang belum memadai atau langkah-langkah kesehatan masyarakat digabungkan dengan kurangnya akses ke vaksin, telah berperan dalam mengobarkan wabah," ungkap Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara selama konferensi pers.

Rincian Kasus

Negara dengan lebih dari 1.000 kasus adalah Amerika Serikat (15.877), Spanyol (6.284), Brasil (3.984), Jerman (3.387), Inggris (3.340), Prancis (2.889), Peru (1.207), Kanada (1.206), dan Belanda (1.136).

Menurut laporan situasi terbaru WHO yang dikeluarkan pada Kamis, sekitar 23 negara melaporkan peningkatan jumlah kasus mingguan. Iran dan Indonesia melaporkan kasus pertama mereka dalam tujuh hari terakhir.

Sementara itu, sebanyak 16 negara belum melaporkan kasus baru selama lebih dari 21 hari, masa inkubasi maksimum dari cacar monyet.

Kemudian di antara kasus dengan orientasi seksual yang dilaporkan, 96 persen diidentifikasi sebagai pria yang berhubungan seks dengan pria. Usia rata-rata dari kasus-kasus tersebut adalah 36 tahun.

Hubungan seksual adalah jenis penularan yang paling sering dilaporkan, yaitu 82 persen.

"Sebagian besar kasus kemungkinan terungkap dalam pesta di mana ada kontak seksual," kata WHO.

Menurut WHO juga, di antara kasus-kasus dengan status HIV yang diketahui, 45 persennya adalah HIV positif.[]