Lifestyle

Kabar 4 Orang Terpapar Varian Omicorn Jangan Dibuat Panik

Kantor Staf Presiden (KSP) mengonfirmasi pemberitaan empat orang di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, terpapar Covid-19 varian Omicron adalah hoaks


Kabar 4 Orang Terpapar Varian Omicorn Jangan Dibuat Panik

AKURAT.CO Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh informasi tentang munculnya varian Omicron di Cikarang Barat. 

Dalam pemberitaan disebutkan, empat orang dinyatakan terpapar Covid-19 varian Omicron setelah dilakukan pemeriksaan sampel di Laboratorium Farmalab, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Keempat orang itu diduga tertular virus Omicron. seusai melakukan perjalanan ke luar negeri.

Pihak Kantor Staf Presiden (KSP) mengonfirmasi pemberitaan tentang empat orang di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, terpapar Covid-19 varian Omicron, adalah berita bohong atau hoaks. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Abraham Wirotomo menegaskan hal tersebut, setelah melakukan klarifikasi informasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yakni Sri Enny Mainiarti.

“Tidak ada bukti dan tidak ada statement apapun dari saya bahwa varian Omicron sudah masuk Bekasi,” ujar Abraham sambil menirukan pernyataan Kadinkes Bekasi yang dikutip dari siaran pers, pada Rabu (8/12) 

Abraham mengungkap, hasil penelusuran tim Dinkes Bekasi ke laboratorium yang melakukan testing menunjukan, empat orang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 tersebu, tertular varian Delta bukan Omicron, sebagaimana ramai dibicarakan.

“Keempat warga yang positif sudah dilakukan karantina, dan juga dilakukan tracing pada kontak erat. Langkah-langkah sudah dijalankan sesuai protokol,” sambung Abraham

Melihat keviralan berita hoaks ini, dia menyesalkan pemberitaan tersebut tanpa melalui klarifikasi dari sumber utama, yakni pihak Dinkes atau Kemenkes. 

“Hoaks semacam ini bisa merugikan masyarakat dan menimbulkan kepanikan yang tidak diperlukan,” ucap Abraham.

Beberapa ealtu lalalu, Ketua Satgas Pengendalian Covid-19 PB IDI, Prof Zubairi Djoerban juga mengatakan masyarakat tidak perlu terlampau panik terhadap keberadaan varian Omicron. 

Namun demikian, dia juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak jumawa dengan kondisi penularan Covid-19 di Indonesia yang mulai melandai. 

Hal tersebut diungkapkan Zubairi saat menjadi narasumber dalam acara Forum Legislasi DPR RI yang bertajuk "Antisipasi Varian Omicron Jelang Libur Akhir Tahun 2021" di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta. 

"Tidak perlu panik dengan (varian) Omicron tapi jangan juga jumawa. Gelombang ketiga tergantung perilaku kita, juga perilaku virus," ucap Zubairi yang menghadiri acara tersebut secara virtual. 

Untuk mewaspadai varian baru, Zubairi memberikan setidaknya tiga tips. Pertama, menghentikan penularan dengan cara memakai masker, menjaga jarak dan memcuci tangan.

"Sekarang (kebijakan) yang diberlakukan pemerintah terbukti dapat mengurangi penularan. 3M tetap jadi yang utama," sambungnya Zubairi.

Kedua, mempercepat vaksinasi. Kemudian terakhir, mengedukasi masyarakat untuk segera melakukan vaksin.

"Penting untuk edukasi ke masyarakat untuk tidak pilih-pilih vaksin. Vaksin terbaik adalah vaksin yang ada di dekat anda," tegasnya. 

Menyikapi keberadaan varian baru tersebut, Zubair juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melupakan pengalaman meledaknya kasus Covid-19 pada bulan Juli 2021. 

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk berhati-hati terhadap kegiatan berkerumun yang berpotensi menjadi klaster penularan. 

"Cegah varian baru dengan cegah penularan. Pengalaman yang lalu jangan dilupakan. Bayangin (bulan) Juli, dokter yang meninggal (sejumlah) 208 orang. Jangan sampai sekarang nambah lagi.Tolong diingat, pernikahan, takziah itu bisa bikin klaster. Bisa juga asrama, masjid, gereja. Jadi tolong hati-hati," pungkas Zubairi.