News

Kabar Duka, Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Sabah Wafat

Sheikh Sabah al-Sabah meninggal pada Selasa (29/9) di usia ke-91 tahun


Kabar Duka, Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Sabah Wafat
Emir Kuwait Sheikh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Sabah (tengah) saat menghadiri sesi pembukaan KTT Liga Arab ke-30 di ibu kota Tunisia, Tunis, pada 31 Maret 2019 (Fethi Belaid AFP via cnbc.com)

AKURAT.CO, Kabar duka tengah menyelimuti dunia Arab. Pasalnya, pemimpin sekaligus Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Sabah dilaporkan meninggal pada Selasa (29/9) di usia ke-91 tahun.

Mengutip BBC hingga CNN, kabar kematian Sabah disampaikan di siaran TV pemerintah oleh Menteri Urusan Kerajaan Sheikh Ali Jarrah Al-Sabah pada Selasa kemarin. Namun, tidak dijelaskan secara pasti kapan dan di mana Sabah telah meninggal.

"Dengan kesedihan yang tulus, Kuwait, rakyatnya, orang-orang Arab dan dunia Muslim, dan orang-orang di dunia menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Emir Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, semoga Tuhan mengampuninya," ucap Ali Jarrah.

Sebelumnya pada Juli lalu, Sabah sempat terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk perawatan medis. Sebelumnya ia telah menjalani operasi di Kuwait. Meski begitu, saat itu, pemerintah juga tidak membeberkan kondisi apa yang menyebabkan Sabah harus dioperasi.

Terlepas dari riwayat kesehatannya, Sabah telah memerintah Kuwait sejak 2006 silam. Selain itu, Sabah juga telah banyak berperan dalam kebijakan luar negeri Kuwait selama setidaknya lima dekade.

Selama berkecimpung di pemerintahan, Sabah dikenal sebagai salah satu sosok pemersatu dunia Arab. Sabah sempat berjuang memulihkan hubungan Kuwait dengan negara-negara yang mendukung Irak. Padahal, selama Perang Teluk 1990-1991, Kuwait sempat diinvasi oleh pasukan Bagdad.

Tidak hanya itu, Sabah juga mencoba menengahi resolusi yang gagal ketika keretakan politik meletus antara Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir. Kala itu, Qatar diembargo oleh negara-negara tersebut.

Sabah juga sempat memimpin konferensi penggalangan ratusan juta dolar untuk menyumbang Suriah. Karena berbagai kiprahnya itu, Sabah pun mendapatkan julukan sebagai 'Dekannya Diplomasi Arab'.

Beberapa negara dan pemimpin dunia juga telah memberikan ucapan belasungkawa hingga penghormatan untuk Sabah. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres misalnya. Ia menyampaikan kesedihannya atas kematian sang Emir. Guterres menyebut bahwa Sabah telah menjadi pembawa pesan perdamaian hingga menjadi simbol luar biasa dari 'kebijaksanaan dan kemurahan hati'.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu