Entertainment

Kabar Duka, Artis Senior Rima Melati Meninggal Dunia

Rima Melati sempat dirawat di Ruang ICU sebelum meninggal dunia.


Kabar Duka, Artis Senior Rima Melati Meninggal Dunia
Artis Senior Rima Melati (instagram/timetunnel2)

AKURAT.CO, Kabar duka datang dari artis senior Rima Melati. Dirinya dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (23/6) di RSPAD Gatot Subroto.

Kabar meninggalnya Rima Melati juga dikonfirmasi langsung oleh sang putra.

"Betul," kata Aditya, putra Rima Melati.

baca juga:

Sebelumnya, Rima Melati diketahui sempat dirawat di Intensive Care Unit (ICU) salah satu rumah sakit di Jakarta.Hal itu diungkapkan langsung oleh sesama rekan artis Widyawati. 

"Sampe sekarang masih di ICU, dari Sabtu lalu. Sudah seminggu," ujar Widyawati dikutip dari chanel youtube STARPRO Indonesia, Selasa (31/5).

Widyawati menyebut Rima Melati dirawat lantaran penyakit dekubitus yang diidapnya. "Karena dekubitus, luka yang di belakang, yang kalo kita terlalu lama tidur, itu jadi kemana-mana," tuturnya.

Widyawati mengungkap kondisi Rima Melati saat ini cukup memprihatinkan. Ia juga sudah menjenguk perempuan 84 tahun tersebut.

"Sudah, saya sudah dua kali (jenguk). Dan setiap pagi saya pasti kontak anaknya, menanyakan kondisinya. Tadi pagi sempat anaknya bilang demamnya sempat turun tapi kemaren naik lagi dan masih di 38 derajat," jelasnya.

Rima Melati diketahui memulai akting sebagai pemeran utama dalam film Kasih Tak Sampai pada tahun 1961. Selama dua tahun berikutnya dia berakting dalam sepuluh film, termasuk Djantung Hati (1961), Violetta (1962), dan Kartika Aju (1963).

Dia juga tampil beberapa kali di stasiun televisi TVRI. Setelah menyelesaikan perannya dalam film Kunanti Jawabmu (1963), Rima mengambil cuti dari dunia akting.

Melati kembali ke layar perak pada tahun 1969, setelah menikah dengan Ir. Herwindo, dengan perannya dalam film Wim Umboh bertajuk Laki-Laki Tak Bernama. Selama dua puluh tahun berikutnya ia muncul di lebih dari tujuh puluh film, termasuk debut sutradara Teguh Karya Wadjah Seorang Laki-Laki (1971), debut sutradara Sjumandjaja Lewat Tengah Malam (1971), dan film kolaborasi Indonesia–Belanda Max Havelaar (1975).

Rima menerima penghargaan Piala Citra pada Festival Film Indonesia 1973 dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Intan Berduri bersama Benyamin Sueb yang memperoleh penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film yang sama.[]