News

Kabar Baik! Penelitian Ungkap Anak-anak Tak Terlalu Berisiko Alami 'Long Covid'

Banyak anak yang sakit Covid-19 tak menunjukkan gejala atau cenderung mengalami penyakit ringan.


Kabar Baik! Penelitian Ungkap Anak-anak Tak Terlalu Berisiko Alami 'Long Covid'
Hanya kurang dari 2 persen anak-anak dalam penelitian ini mengalami gejala Covid-19 yang berlangsung lebih dari 8 pekan. (Foto: UPI) ()

AKURAT.CO Gejala Covid-19 jangka panjang jarang terjadi pada anak-anak, menurut penelitian oleh Lancet Child and Adolescent Health yang diterbitkan pada Selasa (3/8). Dari 1.700 lebih anak-anak yang dilibatkan dalam penelitian ini, lebih dari 98 persen yang mengalami gejala virus corona pulih dalam waktu 8 pekan.

Namun, 77 atau sekitar 4 persennya menderita gejala selama lebih dari 4 pekan. Gejala paling banyak dikeluhkan adalah kelelahan, sakit kepala, atau kehilangan indra penciuman.

Di sisi lain, Covid-19 berkepanjangan atau long Covid kurang umum dialami anak-anak dibandingkan orang dewasa yang lebih dari 10 persen di antaranya mengalami gejala jangka panjang.

"Meski begitu, ada sedikit anak yang mengalami penyakit Covid-19 jangka panjang. Penelitian kami memvalidasi pengalaman anak-anak ini dan keluarga mereka," ungkap penulis penelitian Dr. Emma Duncan, dilansir dari United Press Internasional.

Tak hanya itu, banyak anak yang sakit Covid-19 tak menunjukkan gejala. Mereka yang bergejala pun cenderung mengalami penyakit ringan.

Dalam penelitian ini, tim peneliti menganalisis data status gejala Covid-19 pada 1.734 anak-anak Inggris berusia 5-17 tahun yang dites positif virus corona pada 1 September-22 Februari. Mereka menggunakan aplikasi pemeriksa gejala di ponsel. Informasi gejala lantas dilaporkan oleh orang tua atau pengasuh mereka.

Anak-anak dalam penelitian ini sakit selama rata-rata 6 hari. Mereka mengalami rata-rata 3 gejala pada minggu pertama sakit. Sementara itu, pada mereka yang memiliki gejala persisten, hanya 2 gejala tersisa setelah 4 pekan.

Sebanyak 65 dari 77 anak melaporkan kelelahan yang terus menerus, sedangkan 60 anak melaporkan sakit kepala berkepanjangan dan kehilangan indra penciuman. Sakit kepala ini lebih sering terjadi pada awal penyakit anak-anak. Sebaliknya, hilangnya indra penciuman cenderung terjadi kemudian dan bertahan lebih lama.

Selanjutnya, hanya kurang dari 2 persen anak-anak dalam penelitian ini mengalami gejala Covid-19 yang berlangsung lebih dari 8 pekan. Anak-anak berusia 12-17 tahun memiliki durasi penyakit rata-rata 7 hari, sedangkan mereka yang berusia 5-11 tahun memiliki gejala yang bertahan rata-rata 5 hari.