News

Kabar Baik! Dicoret dari Daftar Merah Covid-19, WNI Boleh Masuk Inggris Tanpa Perlu Karantina

Mulai Senin (11/10), seluruh kedatangan dari Indonesia dapat langsung masuk Inggris tanpa perlu karantina di hotel yang ditunjuk pemerintah.


Kabar Baik! Dicoret dari Daftar Merah Covid-19, WNI Boleh Masuk Inggris Tanpa Perlu Karantina
Mulai Senin (11/10), seluruh kedatangan dari Indonesia dapat langsung masuk Inggris tanpa perlu karantina di hotel yang ditunjuk pemerintah. (Foto: TravelTriangle) ()

AKURAT.CO Inggris akan mencoret 47 dari 54 negara dalam daftar merah perjalanan Covid-19. Artinya, kedatangan dari 47 negara tersebut bisa langsung masuk Inggris tanpa perlu karantina di hotel yang ditunjuk pemerintah mulai Senin (11/10). Kabar baiknya, Indonesia masuk di antara 47 negara itu.

Menurut akun Twitter resmi Kedutaan Besar Britania untuk Indonesia dan Timor Leste, seluruh kedatangan dari Indonesia dapat langsung masuk Inggris tanpa perlu karantina di hotel yang ditunjuk pemerintah. Aplikasi visa untuk kunjungan pun akan segera dapat diproses, bukan hanya untuk visa residensi.

Kabar baiknya lagi, Indonesia masuk dalam 37 negara baru yang sertifikat vaksinnya akan diakui oleh Inggris. Artinya, mereka yang memiliki visa yang valid akan dapat memasuki Inggris dan akan terlihat status vaksinasinya. Agar status vaksinasi lengkapnya diakui, pelancong harus sudah menyelesaikan vaksinnya setidaknya 14 hari sebelum tiba di Inggris.

Status vaksinasi yang diakui di negara tersebut meliputi vaksin Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Moderna, dan Johnson & Johnson. Sayangnya, pelancong yang menggunakan vaksin selain yang disebutkan tadi harus mengikuti peraturan nonvaksinasi.

Dilansir dari BBC, keputusan terbaru ini diyakini akan mendorong industri penerbangan dan menyatukan kembali keluarga yang terpisah selama pandemi. Namun, kelompok konsumen 'Which?' memperingatkan perubahan ini hanya mencerminkan persyaratan untuk tiba kembali di Inggris.

"Para pelancong harus sadar bahwa mereka mungkin masih menghadapi pembatasan masuk ke banyak tujuan, terutama mereka yang berusia di bawah 18 tahun yang belum divaksinasi," ungkapnya.

Semua kedatangan pun masih harus mengisi formulir pelacakan lokasi penumpang.

Selain memperpendek daftar merah, pemerintah Inggris juga berencana menggunakan foto tes aliran lateral sebagai persyaratan minimal untuk memverifikasi hasil negatif Covid-19. Pasalnya, selama ini, pelancong harus menggunakan tes PCR yang lebih mahal untuk pemeriksaan hari kedua setelah kedatangan. Mereka yang belum divaksinasi lengkap pun harus melakukan tes PCR lagi di hari ke-8.

Departemen Transportasi (DfT) pun berjanji akan menggantinya dengan tes aliran lateral mulai akhir Oktober. Namun, belum dipastikan kapan tanggalnya tes baru itu akan diperkenalkan. Namun, perangkat aliran lateral Layanan Kesehatan Inggris (NHS) tak dapat digunakan untuk tujuan perjalanan internasional.

"Baik tes pra-keberangkatan maupun tes kedatangan harus dibeli dari penyedia swasta," terangnya.

Sebanyak 40.701 kasus baru Covid-19 dilaporkan di Inggris pada Kamis (7/10), selain 122 kematian lainnya dalam 28 hari setelah tes positif.[]