News

Jusuf Kalla Dinilai Masih Punya Pengaruh Kuat di Pilpres 2024

Jusuf Kalla Dinilai Masih Punya Pengaruh Kuat di Pilpres 2024
Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pada acara Adendum Host City Contract Asian Games 2018 di Jakarta, Minggu (15/10). Adendum Host City Contract ini diatur ketentuan terbaru bahwa INASGOC akan lebih fleksibel dan lebih awal mencairkan dana dari sponsor yang masuk melalui OCA sebagai pemegang right Asian Games (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO Nama mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dianggap masih cukup kuat untuk memengaruhi kontestasi politik pada Pilpres 2024.

Sosok Jusuf Kalla punya pengaruh yang luas terutama untuk kalangan masyarakat di wilayah Indonesia Timur. Ia juga punya pengaruh di kalangan pemodal.

Sehingga, dengan pengaruh itu, ia dinilai bisa membawa gerbong penyokong pada sosok tertentu di Pilpres 2024.

baca juga:

"Pengaruh JK masih cukup kuat, tidak saja bagi pemilih kelas menengah dan utamanya di wilayah Indonesia Timur, tetapi juga untuk kalangan elite korporat yang memungkinkan menjadi penyokong logistik politik," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada AKURAT.CO, Minggu (31/7/2022). 

Dedi menerangkan, dengan pengaruh yang luas dan mengakar itu, nama JK tentu menarik perhatian. Apalagi, belakangan ini, ia juga intens membangun komunikasi politik dengan tokoh-tokoh utama partai politik (parpol). Misalnya, saat ia menyambangi mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 28 Juni 2022.

Pertemuan itu terjadi bersamaan dengan hadirnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke NasDem Tower menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Banyak pihak menilai, pertemuan JK-SBY itu tak lain untuk agenda menghadapi Pilpres 2024.

"Dengan itu nama JK masih tetap menarik dikutip oleh kelompok tertentu, meskipun masih berupa tafsir, bukan statement langsung dari JK," kata Dedi.

Dia tak menampik adanya kecenderungan Jusuf Kalla akan bekerja di balik layar untuk mengantarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke kursi Presiden pada Pilpres 2024. Baik JK maupun Anies Baswedan disebut memiliki hubungan yang cukup kuat.

"Tetapi, melihat hubungan JK dengan tokoh potensial di Pilpres 2024, memang ada kecenderungan JK akan melabuhkan dukungan ke Anies," katanya.