News

Justice Collaborator Dikabulkan, Eks Anak Buah Juliari: Alhamdulillah Diterima

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengabulkan permohonan Adi Wahyono untuk menjadi Justice Collaborator (JC).


Justice Collaborator Dikabulkan, Eks Anak Buah Juliari: Alhamdulillah Diterima
Ilustrasi. (AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba.)

AKURAT.CO, Raut wajah semringah terlihat dari mantan anak buah Menteri Sosial Juliari P Batubara, Adi Wahyono usai mendengar putusan majelis Pengadilan Tipikor Jakarta. Sebab, hakim mengabulkan permohonan untuk menjadi Justice Collaborator (JC).

"Alhamdulillah JC sudah diterima, yang lain nanti kita pikirkan,” kata Adi usai menjalani sidang pembacaan vonis di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (1/9/2021).

Mantan Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kementerian Sosial (Kemensos) Adi Wahyono divonis tujuh tahun pidana penjara dan denda Rp350 juta subsider enam bulan kurungan.

Meski permohonan JC diterima oleh majelis hakim, Adi mengaku masih akan memikirkan hukuman tujuh tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim. Karena, hakim memberikan waktu tujuh hari untuk menyikapi vonis tersebut.

"Kalau hukumannya saya kira ya, ya nanti kita pikirkan dengan pengacara,” ucap Adi.

Adi mengaku sudah membuka fakta hukum terkait kasus suap pengadaan paket bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020. Sehingga dia menyerahkan sepenuhnya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK).

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp350 juta kepada Adi Wahyono, mantan anak buah Juliari Batubara dalam proyek pengadaan bansos Kementerian Sosial.

Adi dinyatakan terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi Bansos Covid-19.

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 7 tahun dan pidana denda sejumlah Rp350 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," ujar Hakim Ketua Muhammad Damis saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (1/9/2021).