News

Juru Ukur Tanah Paryoto: Saya Percaya Hakim akan Memberikan Keadilan

Paryoto mengisahkan awal mula kasusnya.


Juru Ukur Tanah Paryoto: Saya Percaya Hakim akan Memberikan Keadilan
Ilustrasi - Hakim (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa (1/12/2020) akan memvonis terdakwa kasus dugaan pemalsuan dan penerimaan suap terkait pengukuran tanah di Cakung Barat pada 2011 silam bernama Paryoto.

Dalam keterangannya kepada media, Paryoto mengisahkan awal mula kasusnya. Menurut pria berusia 62 tahun itu, dia hanyalah mantan juru ukur tanah BPN, pensiunan biasa.

Paryoto mengaku bingung atas sangkaan kepada dirinya. Dia mengatakan sudah ratusan kali melakukan pengukuran tanah sesuai ketentuan.

"Semuanya saya jalankan sesuai SOP. Nggak beda dengan saya lakukan di tanah Cakung Barat, tapi yang satu itu membuat saya jadi tersangka,” ujar Paryoto, Minggu (29/11/2020).

Paryoto ingat betul kejadian beberapa bulan lalu. Saat itu, Mei 2020, dia pertama kali menerima surat dari Polda Metro Jaya yang menetapkannya sebagai tersangka. "Saya kaget. Down. Istri saya jelas shock," tuturnya.

Saat itu, Paryoto langsung mengadu ke mantan atasannya, kepala seksi, kabid, lalu disarankan ke Kakanwil. Saat bersama Kakanwil, Paryoto ditunjukkan isi perbincangan WA antara Kakanwil dengan Kepala Pertanahan Jaktim. “Saya cuma lihat sepintas. Isinya, saya dijamin aman walaupun tersangka,” kata Paryoto.

Kepala Pertanahan Jaktim, memberi nomor Paryoto kepada seseorang bernama Awi yang lalu menghubungi Paryoto, meminta bertemu dengan iming-iming akan membantu. Keduanya lalu bertemu di hotel di kawasan Pluit.

Di sana, Awi meminta Paryoto mengaku menerima uang dari Achmad Djufri, utusan si empunya tanah, Benny Tabalujan, yang mendampinginya saat melakukan pengukuran. “Besarannya, sebanyak-banyaknya,” ujar Paryoto menirukan ucapan Awi saat itu. Awi meyakinkan Paryoto, dia akan selamat.

"Awi bilang, kepala saya jaminannya," tuturnya.