News

Juru Parkir Penderita Kusta Tolak Ajakan Bupati ke RSUD


Juru Parkir Penderita Kusta Tolak Ajakan Bupati ke RSUD
Ilustrasi Juru Parkir (Foto:hipwee.com ()

AKURAT.CO, Bupati Tanggerang Ahmed Zaki mengaku telah melakukan pendekatan kepada masyarakat penderita kusta untuk merujuknya ke RSUD setempat.

Pendekatan Ahmed ke masyarakat tampaknya tak mendapat reaksi positif dari masyarakat, pasalnya penderita kusta tersebut enggan ke RSUD karena berbagai alasan.


"Padahal paramedis sudah melakukan pendekatan kepada penderita, tapi tetap saja mereka menolak," Ujar Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Selasa (28/3).

Ahmed mengatakan pihaknya berupaya secara maksimal untuk menurunkan jumlah petugas dengan melakukan pemeriksaan medis secara berkala kepada pasien penderita penyakit tersebut.

Seperti dilansir Antara, masalah tersebut terkait dari evaluasi petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Tangerang bahwa selama tahun 2016 terdapat sebanyak 398 penderita kusta.

Para penderita kusta tersebar di sejumlah kecamatan di antaranya Kecamatan Sepatan, Pakuhaji, Mauk, Rajeg, Kronjo, Balaraja, Cikupa dan Pasar Kemis.

Namun penderita yang terbanyak berada di Kecamatan Sepatan Timur dan Kresek karena mereka hidup berkelompok dan memiliki komunitas tersendiri.

Diperkirakan puluhan penderita lain tidak bersedia berobat karena berbagai alasan, walau petugas medis sudah mendatangi rumah mereka.

Dia menambahkan upaya yang dilakukan adalah dengan cara aparat Dinkes melakukan deteksi dini terhadap penderita dengan pemberian obat dan penangganan medis rutin.

Sedangkan sebanyak 397 penderita saat ini dalam program pengobatan oleh aparat Dinkes setempat dan dibantu petugas medis tiap Puskesmas.

Bahkan dari jumlah tersebut sebanyak 49 penderita yang mengalami cacat fisik secara permanen dan membutuhkan bantuan medis secara rutin.

Penderita kusta banyak juga yang mandiri seperti menjadi juru parkir, pembersih jalan, petugas kebersihan pasar tradisional di Sepatan.

Padahal sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja Pemkab Tangerang melakukan pembinaan dengan cara memberikan pelatihan kepada mantan penderita kusta di Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Jayanti.[]