News

Jurnalis Rusia Lelang Medali Nobelnya untuk Anak-anak Ukraina, Laku Rp1,5 Triliun

Dmitry Muratov mengonfirmasi, semua uang dari penjualan medalinya akan digunakan untuk membantu para pengungsi, khususnya anak-anak korban perang Ukraina.


Jurnalis Rusia Lelang Medali Nobelnya untuk Anak-anak Ukraina, Laku Rp1,5 Triliun
Dmitry Muratov, pemimpin redaksi surat kabar Rusia 'Novaya Gazeta', berpose untuk foto dengan Penghargaan Nobel Perdamaian 2021-nya, yang terjual seharga Rp1,5 triliun juta pada lelang hari Senin (20/6) (AP Photo/Eduardo Munoz Alvarez)

AKURAT.CO Pemimpin redaksi surat kabar independen Rusia 'Novaya Gazeta' telah melelang medali Penghargaan Nobel Perdamaian miliknya. Pada Senin (20/6), di Hari Pengungsi Dunia, medali itu laku dengan harga fantatis, mencapai hingga USD103,5 juta (Rp1,5 triliun).

Dmitry Muratov mengonfirmasi bahwa semua uang dari penjualan medalinya akan digunakan untuk membantu para pengungsi, khususnya anak-anak yang jadi korban perang Ukraina.

Muratov sendiri dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2021 karena membela kebebasan berekspresi di Rusia. Ia pun tak menyangka hasil pelelangan medalinya dihargai dengan nilai ratusan juta dolar. Terlebih, pelelangan itu telah memecahan rekor untuk sebuah nobel.

baca juga:

"Saya (hanya) memprediksi akan ada solidaritas yang sangat besar. Tapi saya tidak menyangka ini akan menjadi jumlah yang sangat besar.

"Pesan terpenting hari ini adalah agar orang-orang memahami bahwa ada perang yang sedang terjadi dan kita perlu membantu orang-orang yang paling menderita," kata Muratov setelah pelelangan medalinya, yang mengandung 175 gram emas dengan kadar 23 karat.

Sebelumnya, medali Nobel yang paling tinggi harganya adalah milik ilmuwan Amerika, James Watson. Watson, yang menjadi salah satu penemu struktur molekul DNA, menerima medali Nobel pada tahun 1962. Kemudian pada tahun 2014, medali itu dilelang dan laku dengan harga hingga USD4,76 juta (saat ini berkisar Rp70,5 miliar). 

Tiga tahun kemudian, sebagaimana dilaporkan The Guardian, keluarga rekan Watson, Francis Crick, menerima USD2,27 juta (Rp33,6 miliar) sebagi hasil pelelangan oleh Heritage Auctions.

Adalah ide Muratov untuk melelang hadiahnya, setelah mengumumkan bahwa dia menyumbangkan uang tunai sebesar USD500 ribu (Rp7,4 miliar) untuk amal. Ide dari donasi tersebut, katanya, adalah 'untuk memberi anak-anak pengungsi kesempatan untuk masa depan'.

Muratov mengatakan hasilnya akan langsung diserahkan ke badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani bantuan pada anak-anak (UNICEF) ​​dalam upaya untuk membantu anak-anak terlantar akibat perang di Ukraina.