News

Junta Myanmar Wajibkan Warga Bayar Rp1 Juta untuk Tebus Jenazah Korban Kekerasan Aparat

Junta Myanmar Wajibkan Warga Bayar Rp1 Juta untuk Tebus Jenazah Korban Kekerasan Aparat


Junta Myanmar Wajibkan Warga Bayar Rp1 Juta untuk Tebus Jenazah Korban Kekerasan Aparat
Seorang ibu menangis di pemakaman anaknya yang berusia 18 tahun yang ditembak di dada dalam tindakan keras pasukan keamanan selama protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar (AP)

AKURAT.CO, Lebih dari 700 orang dilaporkan tewas sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Myanmar dalam kudeta 1 Februari lalu. Namun, membludaknya jumlah warga yang tewas itu ternyata tidak lantas menyurutkan junta untuk menindas para pejuang anti-kudeta.

Dalam laporan terbaru, junta bahkan dikabarkan menuntut bayaran dari keluarga yang mau mengambil jenazah demonstran yang tewas oleh pasukan keamanan.

Diwartakan CNN, para aktivis setempat membeberkan bahwa jumlah uang yang diminta junta untuk mengambil korban mencapai hingga 120 ribu kyat (Rp1,24 juta).

Disebutkan juga bagaimana jenazah-jenazah yang ditahan junta tersebut adalah korban yang terbunuh selama demonstrasi di selatan Bago pada Jumat (10/4) lalu.

"Militer sekarang menuntut keluarga 120 ribu kyat untuk mengambil jenazah kerabat yang meninggal hari Jumat," bunyi sebuah unggahan yang termuat di Facebook Serikat Mahasiswa Universitas Bago.

CNN sendiri mengaku belum bisa secara independen memverifikasi laporan dari Serikat Mahasiswa Universitas Bago tersebut.

CNN juga menyebut bahwa hingga kini, militer belum mau memberikan komentar tentang masalah ini. Namun, diketahui Layanan Burma Radio Free Asia telah memberikan laporan yang sama dengan Serikat Mahasiswa Universitas Bago.

Unjuk rasa yang terjadi di Bago Jumat lalu menjadi salah satu hari paling berdarah di Myanmar. Pasalnya di hari itu, jumlah warga sipil yang meregang nyawa mencapai sedikitnya 82 orang.

Mencekamnya situasi selama unjuk rasa di Bago kini juga terus bermunculan. Sejumlah saksi bahkan menuturkan bagaimana selama unjuk rasa, pasukan keamanan menggunakan senjata berat. Mereka juga disebutkan menembak apapun yang bergerak, menurut BBC.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu