News

Junta Myanmar Luncurkan Serangan Udara ke Pemukiman, Ribuan Warga Mengevakuasi Diri

Karena serangan ini, ribuan warga sipil harus kabur meninggalkan rumah mereka, dengan sebagian berlindung di hutan hingga desa-desa tetangga. 


Junta Myanmar Luncurkan Serangan Udara ke Pemukiman, Ribuan Warga Mengevakuasi Diri
Dalam foto ini, pengunjuk rasa anti-kudeta di menggelar aksi di Monywa, wilayah Sagaing, pada bulan April 2021 (AFP via Al Jazeera)

AKURAT.CO Junta Myanmar dilaporkan telah meluncurkan serangan helikopter tempur di Sagaing, wilayah barat laut Myanmar yang jadi sarang bagi perlawanan terhadap aturan militer di Myanmar.

Menurut media lokal, karena serangan ini, ribuan warga sipil harus kabur meninggalkan rumah mereka, dengan sebagian berlindung di hutan hingga desa-desa tetangga. Sementara ribuan warga mengungsi, sejumlah warga sipil dilaporkan menjadi korban tewas.

Menurut Al Jazeera, serangan itu dilaporkan terjadi selama akhir pekan, dengan junta menargetkan 15 desa di Kotapraja Depayin. Ini adalah daerah yang sama di mana sekitar 70 pendukung partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung Suu Kyi dibunuh oleh geng yang didukung militer pada tahun 2003. Insiden pada 2003 itu terjadi tepat saat Suu Kyi sedang melakukan kunjungan ke daerah tersebut.

Sagaing dikenal menjadi salah satu kantong pertama yang mengangkat senjata melawan pemerintah militer. Imbasnya, wilayah ini menjadi tempat yang sering terjadi bentrokan, pembantaian yang dipimpin militer, hingga pembunuhan pejabat lokal yang ditunjuk militer.

Serangan terbaru dari junta ke Sagaing juga dilaporkan oleh media independen Myanmar, The Irrawaddy. Dilaporkan bahwa menurut kelompok perlawanan militer, rezim militer menggunakan setidaknya lima helikopter untuk mengerahkan bala bantuannya ke Kotapraja Depayin. Serangan itu terjadi pada Sabtu (27/11) setelah pasukan junta disergap menggunakan ranjau darat.

Dalam serangan udara terbaru pada Sabtu itu, setidaknya tujuh warga sipil meregang nyawa, tambah Myanmar Now, yang mengutip tiga sumber lokal. 

Sementara serangan udara meletus, lebih dari 30 ribu penduduk dari sekitar 15 desa di Kotapraja Tabayin, Wilayah Sagaing, lari tunggang-langgang. Mereka cepat-cepat mengevakuasi diri meninggalkan rumah mereka karena serangan udara junta Myanmar terhadap sasaran sipil, kata kelompok perlawanan.

Kelompok oposisi bersenjata, yang dikenal sebagai Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF), kemudian dilaporkan terus melawan. PDF mengklaim telah mengebom konvoi militer pada hari Minggu (28/11), menewaskan 20 tentara.

Irrawaddy tidak dapat memverifikasi laporan secara independen.